World Teacher Chap 24 B. Indonesia
Chapter 24 Kepala perusahaan Galgan
Diterjemahkan oleh
Bagian 1
Kota terdekat dengan rumah kami, Almest.
Skala kota ini berukuran lebih kecil dari Medria yang saya kunjungi kemarin, ketertiban umumnya juga tidak begitu baik. Aku sempat khawatir 'Apakah kota ini termasuk wilayah ayahku, Baldomyr?'. Juga, kenapa jumlah ras hewan disini sangat rendah?.
Meski begitu, disinilah Dee dan Noel berbelanja, dan di sini juga mereka membeli obat untuk Erina. Ini merupakan kota yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari kami.
Seiring dengan matahari yang terbit, kami berangkat dan hingga di Almest sebelum mencapai siang.
Begitu tiba di kota, Dee berpisah untuk mendapatkan sarana transportasi. Selagi berada di tempat ini, kami berkumpul untuk makan siang di sebuah restoran.
"Kalau dipikir-pikir, ini pertama kalinya kalian mengunjungi kota, kan ?"
Mengenakan jubah berkurudung hampir mencapai matanya, Noel menanyai kedua bersaudara yang menggunakan pakaian serupa. Mereka melaksanakan itu semoga identitas sebagai ras hewan tetap rahasia, tapi ketika tiga orang dalam satu kelompok melaksanakan ini, bukankah malah semakin menonjol?
"Tidak, malah kami sering bepergian ke banyak kota ketika menjadi budak. Sayangnya, kami tidak sanggup melihat jalanan alasannya yaitu terus-terusan berada di dalam kereta"
"Kami memang hingga di beberapa kota, tapi dipenjara sepanjang waktu. Jadi, ini pertama kalinya kami berjalan-jalan"
Inilah bukti bahwa mental mereka semakin kokoh. Tak ada sebercak kesedihan ataupun perasaan muram pada verbal abang beradik walaupun sedang membahas masa kemudian yang kelam.
"Aku mengerti . Tidak absurd kalau kalian terlihat gelisah menyerupai itu"
"Ya! Disini penuh dengan hal-hal baru!"
"Agak misterius. Ada aneka macam orang, aneka macam aromapun juga bercampur"
"Benarkan ? Aku juga begitu disaat pertama kalinya pergi ke tempat ramai. Setelah dibawa oleh Aria-sama, saya merasa sangat khawatir dan gugup....Hanya saja, tangan hangat Aria-sama yang saya genggam dikala itu tak pernah kulepaskan bahkan sesudah kami keluar dari kota"
"Noel-nee juga mempunyai saat-saat itu ya"
"Wajar saja, kan ? Maksudku, kalian berdua memegangi pakaian Sirius-sama dari tadi"
Benar. Itu tidak akan terlihat alasannya yaitu posisi duduk kami yang mempunyai jarak, namun semenjak tiba dikota ini mereka terus menggenggam lengan bajuku. Mungkin ini alasannya yaitu kecurigaan terhadap insan yang masih tersisa dari waktu mereka menjadi budak. Aku ingin keduanya cepat terbiasa, pakaianku mulai mengkerut.
"....Banyaknya insan membuatku resah. Namun dikala bersama Sirius-sama, saya bisa tenang"
"Iya, ada banyak sekali! Tapi, Aniki yang terbiasa dengan ini sungguh hebat!"
"Itu dari pengalaman. Aku pernah berkunjung ke daerah-daerah yang lebih padat daripada disini"
Jika kamu telah mencicipi longsoran penduduk yang memenuhi jalanan di kota-kota pada kehidupanku sebelumnya, disini menyerupai bukan apa-apa.
"Kepadatan penduduk disini niscaya bisa membuat kalian terbiasa dengan cepat. Lagipula, kekuatan kalian berdua telah melampaui petualang umum di sekitar sini. Percaya dirilah"
"Mengerti"
"Ya! Jika ada banyak orang setingkat kami ataupun lebih, itu akan mengkhawatirkan....hanya saja, ini...."
Sambil mengulurkan sumpit ke tumisan daging dan sayuran yang kami pesan, Reus memiringkan kepalanya. Ia tidak berhenti makan, tapi itu sudah menunjukan bahwa hidangan disini tidak terlalu lezat.
"Ini sangat berbeda dari hal-hal yang biasanya dibentuk Aniki ataupun Dee-nii"
"Benar. Lebih tepatnya, ini tidak dimasak secara merata"
"Haha ....bukan begitu, kalian berdua. Rasanya tidak buruk, hanya saja Sirius-sama dan Dee lah orang yang luar biasa"
Mungkin alasannya yaitu pengapiannya yang tidak merata, membuat hidangan ini tak tertumis dengan benar. Mereka terlalu banyak menggunakan garam dan merica sehingga rasa sayurannya tertutupi, selain itu, mereka terlalu mengandalkan rasa daging. Memang agak ceroboh, tapi ini tidaklah jelek alasannya yaitu rasanya sudah cukup enak.
"Maaf telah membuat kalian menunggu"
Disaat kami selesai makan, Dee muncul ditemani oleh seorang pria.
Dia mempunyai rambut pendek kecoklatan, berpenutup mata hitam di mata kirinya, dan mempunyai postur manis meskipun agak gemuk.
"Sirius-sama, ini Gad, sobat petualangku dulu"
"Senang bertemu denganmu! Aku Gad, kepala perusahaan Galgan di kota ini!"
"Senang bertemu dengan Anda juga. Namaku Sirius"
Ketika kami berjabat tangan, saya sadar bahwa jari kelingking di tangan kanannya telah menghilang. Namun dari tangan ini, bisa diterasa jejak kemahiran mengenggam senjata. Dia mungkin seorang petualang yang pensiun alasannya yaitu cedera sama menyerupai Dee.
"Aku pernah mendengar dari Dee, Anda merupakan salah satu orang yang membeli obat buatan kami dan juga menawarkan beberapa barang yang kami butuhkan. Izinkan saya untuk mengucapkan terima kasih"
"Tak masuk akal! Harusnya perusahaan kamilah yang berterima kasih alasannya yaitu sekian lama, kesannya kami bisa mendapatkan materi dan obat-obatan berkualitas tinggi....Setelah bertatap muka denganmu, saya benar-benar mengerti. Seperti yang dibicarakan Dee, kamu memang luar biasa"
"Yakisoba yang pernah kubahas denganmu, saya juga mempelajarinya dari Sirius-sama"
"Benarkah?! Kau mempunyai kreativitas memasak menyerupai itu dengan saus tebal dan sulit digunakan, saya jadi lebih ingin menjalin korelasi baik dan lama denganmu"
Genggaman tangannya tiba-tiba menjadi lebih erat sambil mengayunkan lenganku ke atas dan ke bawah. Pria ini sungguh berlawanan dari Dee. Akan baik-baik saja untuk mempercayainya alasannya yaitu mereka tampak sangat dekat.
"Maafkan ketidaksopananku, tapi korelasi menyerupai apa yang Anda miliki dengan Dee?"
"Jangan terlalu sopan, perlakukan saja saya sama menyerupai kamu memperlakukan Dee....Hubungan kami yaitu sobat yang dulunya sesama petualangan menyerupai yang beliau katakan. Kami pernah menjadi anggota di sebuah party. Suatu hari, saya sempat diselamatkan olehnya dari serangan monster ganas. Hanya satu jari kelingking dan sebelah mataku yang tidak berhasil selamat. Aku kemudian pensiun. Yah, itu sudah lama kuinginkan, dan beralih menjadi pedagang"
"Pertama kali berbelanja disini membuatku terkejut. Aku tidak pernah menerka kamu akan berada di kota ini"
"Sama. Aku cukup kaget dikala orang yang pernah menyelamatkanku tiba sebagai seorang petugas bangsawan. Awalnya saya tidak berharap banyak dari kerjasama bisnis kita. Tapi, laba yang perusaan kami terima terus meningkat setiap harinya. Aku tidak sanggup berkata apapun kecuali merasa berhutang budi kepada kamu dan Danna* ini"
[Danna itu yah....Tahu film Gintama? Okita Sougo (si sadis dari shinsengumi) selalu memanggil Gintoki dengan sebutan 'Danna'. Singkatnya, ini sebutan yang kesannya agak hormat]
Dia telah memanggilku Danna dan memperlakukanku menyerupai atasan. Tapi saya bukan seorang darah biru lagi, ditambah kini yaitu waktu pertama bertemu orang ini, kan?
"Yah, pada dasarnya yaitu Dee penyelamatku dan kami mempunyai ikatan yang kuat....Baiklah, apa kita akan pribadi ke topik? Kau ingin saya mempersiapkan transportasi yang kondusif kan?"
"Benar. Kami ingin adanya kereta yang menuju ke timur untuk Noel dan diriku. Juga, yang menuju ke barat untuk Sirius-sama dan kedua petugasnya hari ini"
"Hari ini, ya....boleh saya mendengar alasannya? Ini sangat mendadak"
Gad-shi* mengerang dengan wajah sulit, menyerupai yang diperlukan ini merupakan undangan yang tidak masuk akal. Tapi kami tetap ingin meninggalkan kota hari ini jikalau memungkinkan.
[Ini sebutan agak hormat 氏 shi]
Ini seolah kami melaksanakan perjalan malam (tidak harus di malam hari sekalipun), semoga tak dikejar oleh Baldomyr. Aku memang tidak berpikir beliau akan tiba hari ini atau besok, mungkin bahkan tak ada alasan untuk khawatir sama sekali. Tapi untuk berjaga-jaga, saya ingin meninggalkan wilayah orang itu secepatnya.
"Gad-san, kalau hari ini mustahil kami bisa melakukannya besok, tidak masalah. Aku tahu kami meminta dukungan besar di sini"
"Tidak, tidak, saya akan melakukannya dengan cara apapun. Hanya saja, terasa sepi ya. Kita akan saling berucap selamat tinggal sesudah sekian lama menanti pertemuan"
"Apa yang kamu bicarakan ? Kau hanya berpikir untuk diajari oleh Sirius-sama atau sesuatu menyerupai itu, bukan ?"
Noel membalas seakan menyalak. Dia selalu tiba bersama Dee ke kota. Selain itu, Gad-shi tidak berperilaku menyerupai orang yang membenci ras binatang. Aku rasa mereka telah bergaul cukup baik hingga bisa melemparkan candaan tanpa ragu.
"Hahaha, saya tidak bisa bersaing denganmu, Noel-chan. Enggan untuk berpisah itu memang jujur. Tapi Dee telah diajarkan aneka macam hal olehnya, jadi saya juga ingin diajari"
"Kau ingin diajari olehku? Yang seorang anak kecil?"
"Danna telah mengubah Dee menjadi dirinya yang sekarang. Aku mustahil menganggapmu hanya sekedar bocah. Pertemuan ini membuatku semakin yakin"
"Baguslah, Gad. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan dilema kereta?"
"Tentang itu, kamu beruntung, Dee. Aku berencana pergi ke timur hari ini. Meskipun akan sesak alasannya yaitu ada aneka macam barang yang harus diangkut, tapi saya akan memberimu tumpangan"
"Sebenarnya, saya tidak masalah. Sirius-sama lah yang kami prioritaskan"
"Tenang saja, saya juga punya solusi untuk itu, kalian tiba pada waktu yang tepat. Untuk dikala ini, ayo kita pergi ke tempat parkir seluruh kereta"
Meninggalkan restoran, kami mengikuti arah yang dituju Gad.
Ada sekumpulan kereta dengan aneka macam ukuran berbaris dimana kami sampai. Di antara semua itu, Gad membelokkan langkahnya menuju ke sebuah kereta yang tampak bisa menampung sekitar delapan orang.
"Hei, Zack! Kau sudah selesai dengan persiapannya?"
Menanggapi panggilan Gad, seorang laki-laki muncul dari dalam kereta. Dia mempunyai tampilan yang sedikit lebih muda dari Gad, tanpa mempunyai epilog mata dan jari-jarinya masih utuh. Namun mereka sangat menyerupai hingga kamu akan beranggapan bahwa mereka bersaudara ketika menyaksikan keduanya berdiri berdampingan
"Persiapannya memang selesai, Aniki. Semua yang tersisa yaitu pengawalnya. Distribusi kali ini agak berisiko alasannya yaitu ada kemungkinan diserang oleh monster. Apa ini tetap dilanjutkan?"
"Idiot, jangan bilang hal-hal yang aneh. Ada orang-oranv yang saya ingin kamu beri tumpangan, jadi cepat turunkan satu tong dan dua kotak bijih itu"
"Hah? Ada apa? Penjualannya akan menurun jikalau kita melakukannya kan?"
"Jangan khawatir perihal itu, cepat dan lakukan saja. Ini undangan dari pelanggan tetap, saya yang akan bertanggung jawab"
"Apa boleh buat. Kalau begitu, bantu aku, Aniki"
"Baiklah baiklah. Yah, itu benar. Danna, kamu bilang akan menuju ke barat, tapi boleh saya mendengar kemana kamu akan pergi?"
Melihat dari balik bahunya, Gad melemparkan sebuah pertanyaan dengan tatapan meminta maaf.
Meskipun beliau berkata takkan menanyakan motifku, mungkin akan sulit baginya untuk menjelaskan kepada Zack ke mana harus pergi tanpa mengetahui lokasi kami.
"Tujuannya yaitu Elysion"
"Aku mengerti, tujuan Zack juga Elysion, itu sempurna"
"Maaf telah membuatmu menurunkan barang-barang yang harusnya kamu bawa"
"Tidak, tidak, anggap saja sebagai bentuk terima kasih atas apa yang telah kamu perbuat. Kalau begitu, saya akan menjelaskan sebentar kepada orang ini dan membantunya dengan bongkar muat kereta. Tolong tunggu sebentar"
Kamipun duduk agak jauh dari tempat parkir kereta. Tak ada yang mengucapkan sepatah kata pun dan hanya terus melihat penduduk yang berlalu lalang. Ini mungkin suatu hal yang wajar.
Karena di sinilah kami akan berpisah.
Tak ada topik manis yang terlintas dalam pikiranku. Beruntungnya, Dee mengambil langkah pertama untuk memecahkan kesunyian ini. Dia mengambil sebuah kantong dari saku dadanya dan berucap.
"Sirius-sama, sebelum terlambat, saya ingin mengembalikan ini padamu"
"Bukankah saya sudah menawarkan itu untuk kalian berdua? Jika menerimanya lagi, saya akan menganggap diriku berhutang budi kepadamu, Dee. Lebih baik tidak"
"Tapi tetap saja, Sirius-sama memberi terlalu banyak. Setengah dari ini lebih dari cukup untuk kami"
Kantong Dee dipenuhi oleh koin emas.
Kenapa beliau mempunyai banyak uang? Cerita itu berasal dari tadi malam.
☆☆☆☆
Bagian 2
Di malam terakhir. Ketika pesta itu usai, saya mengadakan pertemuan dengan semua orang lagi.
Apa yang terhampar di meja yaitu semua uang yang telah kutabung hingga kini dan uang yang saya dapatkan dari menjual permata. Kecuali milik para petugas, seluruh kekayaan rumah ada di sini.
Memanajemen keuangan dulu yaitu kiprah kaa-san, tapi saya mengambil alihnya sekarang. Kamipun menghitung satu persatu koin yang tersebar di atas meja.
Proses penjumlahan berlangsung beberapa menit. Kekayaan seluruh keluargapun disimpulkan.
"Jika rinciannya diabaikan, ada 73 koin emas dan 10 koin perak. Aku mau kita semua berpikir 'Ini dipakai untuk apa'"
Diperkirakan akan ada 45 koin emas yang lenyap untuk biaya masuk sekolah, sisanya yaitu 28. Aku dan siswa-siswaku bisa hidup bahkan jikalau hanya berbekal 1 koin emas.
"Sirius-sama. Maaf, tapi boleh kami meminta waktumu sebentar?"
Noel dan Dee memanggilku dengan suasana gelisah. Untuk sementara, saya menyisihkan dilema uang dan menoleh ke arah keduanya.
"Ada apa? Kalian terlihat serius"
"Tolong, terimalah ini"
Hal yang di berikan oleh Dee yaitu koin emas. Meski hanya satu keping, bagi keduanya ini sudah merupakan hal berharga dan sangat bernilai.
"....Ini?"
"Sebenarnya , ini uang yang kami terima dari Erina-san sebagai gaji. Meski tidak banyak"
Di atas memikirkan biaya kebutuhan rumah dan lain-lain, kaa-san juga mempertimbangkan honor para juniornya? Dia akan membuat para ibu rumah tangga merasa malu.
"Kami telah cukup lama menabung dan hasilnya yaitu koin emas ini. Maukah Sirius-sama menerimanya?"
"Tunggu dulu, bagaimana dengan biaya hidup kalian sesudah kita berpisah?"
"Tidak apa-apa , kami sudah menyisihkan sebagian untuk diri kami sendiri. Selain itu....kami telah mencar ilmu banyak darimu, Sirius-sama. Jadi, walaupun ini sesuatu yang sepele, tolong terimalah"
"Sirius-sana telah mengajarkan banyak hal, dari memasak hingga bagaimana cara berjuang dalam hidup. Aku ingin kamu mendapatkan ini sebagai pelengkap biaya sekolah"
Keduanya membungkuk sangat rendah, seolah tidak akan mengalah hingga saya mendapatkan pemberian mereka.
Meski mereka berkata itu yaitu uang sekolah, kesampingkan Emilia dan Reus, saya hanya mengurusi Noel di waktu senggang dan mengajarkan Dee cara memasak. Yah, alasannya yaitu saya ingin memakan masakannya.
"Perasaan kalian sudah cukup untukku....mengucapkan itu takkan ada gunanya, ya. Baiklah, dengan senang hati saya akan mendapatkan ini"
""Terima kasih banyak!""
Normalnya akulah yang harus berterima kasih, bukan kalian. Ya ampun, kedua petugasku ini terlalu jujur dan baik hati.
Oh iya, saya juga punya sesuatu untuk diberikan kepada mereka.
"Kalau begitu, saya akan menawarkan honor kalian dan itu dihentikan dikembalikan"
"....Apa?"
Saat saya menyerahkan sebuah kantong kecil berisi 20 koin emas kepada Dee, keduanya membeku dengan mata terbuka lebar.
"Aku sudah mendiskusikan ini dengan kaa-san dan memutuskannya. Itu honor pelengkap untuk kalian berdua"
"....20 keping?"
"Haaaah ?!?! Itu terlalu banyak!!! Sayang, kembalikan, kembalikan !!!!"
Meskipun pasangan suami istri ini mulai panik, saya mengabaikan mereka. Bagaimanapun, Dee niscaya telah tetapkan tujuannya.
"Dee, kamu sudah tahu seberapa banyak modal untuk membuka suatu perjuangan kan?"
"....Itu...."
Ya, rencananya yaitu membuka sebuah restoran di kampung halaman Noel. Kurasa beliau tidak akan berhasil tanpa bermodalkan setidaknya beberapa koin emas.
"Maaf, saya bisa memberimu lebih banyak jikalau tidak membayar Baldomyl...."
"Tolong hentikan. Kita semua telah sepakat mengenai hal itu"
"Benar ! Lagipula, kamilah yang akan terganggu jikalau mendapatkan sebanyak ini. Hei, Emi-chan, Reu-kun, katakan sesuatu !!"
Walaupun Noel mencari dukungan dari kedua bersaudara yang sedang mengumpulkan koin-koin tembaga di samping, mereka hanya menjawab sambil tersenyum.
"Aku mempunyai pendapat yang sama dengan Sirius-sama, saya tidak keberatan sedikitpun jikalau itu untuk Dee-san dan Onee-chan"
"Aku juga! Aku pikir akan sangat hebat jikalau ada banyak orang yang bisa memakan kuliner Dee-nii!"
"Ugh!"
Noel mundur menghadapi kilau senyum murni dan tak bersalah dari anak-anak. Meski begitu, wajah ketidakpuasan keduanya masih belum sirna, kurasa saya akan mengarahkan percakapan dari sini.
"Jika kalian tidak yakin, ayo kita anggap ini sebagai hutang. Setelah lulus sekolah, kami akan menuju lokasi kalian berdua. Ketika dikala itu tiba, izinkan kami makan di restoranmu. Tentu saja dengan gratis"
"Bahkan jikalau Sirius-sama tidak melaksanakan ini, untuk kalian tentu saja gratis"
"Baiklah, dikatakan bahwa kesulitan sangat berharga selama masa muda. Jika seseorang terlalu banyak mempunyai kekayaan, mereka tidak akan mengerti nilai dari uang, ya kan?"
"Kami telah didukung oleh Onee-chan, Dee-san dan Erina-san. Mulai sekarang, saya ingin hidup dan mendapatkan uang sendiri"
"Tidak apa-apa alasannya yaitu kami akan terus bersama Aniki! Aku juga akan bekerja keras untuk mendapatkan uang!"
Dengan paksaan kami, beberapa butiran kecil muncul di sudut mata keduanya. Mereka kemudian menunduk....tidak, bukan menunduk. Mereka malah bersujud di lantai.
"Hei?! Ini terlalu berlebihan! Cepat dan angkat kepala kalian!....Tunggu, kenapa semua orang melakukannya?! Hah?....menghormati seorang pemimpin? Aku tidak memegang gelar menyerupai itu jadi angkat kepala kalian!!"
☆☆☆☆
....Masalah ini harusnya berakhir kemarin. Apa mereka masih mengkhawatirkannya?
"Kalian masih memikirkan itu? Apa yang tidak kalian sukai? Yang paling membutuhkannya yaitu Dee. Hal ini tidaklah salah"
"....Hanya saja, walau telah mendapatkan sejumlah besar uang, apakah saya bisa memenuhi harapanmu? Apakah saya bisa mewujudkan mimpiku?....Aku tidak tahu...."
....Begitu ya, Dee....kau cemas.
Meski beliau telah menumpuk pengalaman bertahun-tahun sebagai petualang, Erina yang telah biasa beliau ikuti, meninggal dunia. Mulai sekarang, beliau harus melindungi pasangan tercinta dengan tangannya sendiri.
Karena itulah, beliau dilanda kekhawatiran dan tak bisa menahannya. Dengan mendapatkan sejumlah besar uang, dirinya takut akan kegagalan dan membuat kecewa pihak lain.
"Dee"
"Ya....---UGH?!"
Mula-mula yaitu pukulan ke perut.
Aku memang menahan kekuatan, tapi alasannya yaitu ini serangan mendadak, Dee belum sempat bersiap dan mendapatkan tinjuku pribadi sambil terhuyung-huyung.
"A....Apa....?"
"Jangan lembek, Dee!!!"
Aku meraih kerah Dee, dan menariknya kearahku.
"Kau sudah dewasa, suami yang melindungi Noel! Kau juga akan menjadi seorang ayah untuk anak yang akan lahir darinya!! Pria menyerupai itu akan diejek jikalau sudah kewalahan oleh perkara setingkat ini!!!"
"....Sirius-sama...."
"Aku mengerti bahwa kamu khawatir. Namun, dirimu sudah tahu cara untuk tetap berpengaruh sekarang! Jangan takut dan hiduplah dengan lebih percaya diri!!"
"....Ya"
"Terima kasih banyak, Sirius-sama....Sayang, saya minta maaf alasannya yaitu ragu-ragu untuk meyakinkanmu"
"Noel...."
"Sayang...."
....Ahhhh, mereka telah membuat dunia cinta tingkat kedua.
Akhirnya, dengan ini mereka akan mendapatkan uang tanpa masalah. Kali ini memang akulah yang memarahinya, tapi selanjutnya akan diambil alih oleh Noel.
"Hei, Dee, Danna. Aku akan memperkenalkan sebentar orang ini---Haahh?! Ada apa ini?!"
Waktu yang buruk, Gad. Kau harusnya berada disana lebih lama.
Kedua orang itu kesannya kembali dari membenahi kereta. Kamipun diperkenalkan laki-laki sebelumnya.
"Ini yaitu adikku, Zack. Dialah yang bertanggung jawab atas distribusi barang ke Elysion. Dia juga akan berperan sebagai kusir untuk kereta yang mengantar Danna dan kedua petugasnya"
"Sesuai perkenalan barusan, namaku Zack. Aku hanyalah seorang pemula yang bekerja sekaligus mencar ilmu dari Aniki* ku, Gad. Tolong perlakukan saya dengan baik"
[Ya. Dia juga memanggil kakaknya dgn sebutan Aniki]
Keduanya memang tampak mirip. Mungkin Gad berusia tiga puluhan, sedangkan Zack sekitar dua puluh?
"Dia menganggap dirinya sendiri sebagai pemula, tapi orang ini sudah berkali-kali pergi ke Elysion. Aku telah mempekerjakan dua orang dari serikat petualang sebagai pengawal, jadi perjalanan kalian bisa dijamin aman"
"....Gad, apa kita bisa mempercayai pengawal-pengawal itu?"
"Tidak masalah....ah, mungkin masuk akal jikalau kamu merasa cemas. Tapi yakinlah, mereka bisa dipercaya alasannya yaitu dipilih sendiri oleh Aniki!"
Karena jawabannya dipenuhi kepercayaan diri, Dee tampaknya sudah yakin. Saat keduanya berbincang di tempat lain, Zack mendekatiku dan meminta jabat tangan.
"Aku telah mendengar dari Aniki. Meskipun Elysion agak jauh dari sini, saya berharap bisa bekerja sama denganmu"
"Sama, tolong perlakukan kami dengan baik. Ini perjalanan jauh kami yang pertama, jadi akan sangat membantu jikalau kamu bisa mengajari banyak hal"
"Hahaha, saya akan mengajari hal apapun yang kamu mau selama itu dalam lingkup pengetahuanku. Lagipula, saya mendengar dari Aniki bahwa kamu telah berkontribusi besar pada perusahaan kami bersama dengan Dee-san. Boleh saya juga memanggilmu 'Danna'?"
"Haha....jika kamu tidak keberatan untuk anak kecil menyerupai diriku ini, maka silakan"
"Mengerti, orang yang akan mengantar Danna dan kelompoknya gres saja tiba, kita bisa berangkat kapanpun. Jadi, panggil saya jikalau kalian siap"
Tidak hanya penampilan, abjad mereka juga serupa. Karena beliau yaitu orang yang gampang diajak bicara, hal-hal menyerupai perjalanan akan terasa menyenangkan. Saat menatap Zack, yang kembali ke kereta, kedua bersaudara itu saling mengucapkan salam perpisahan kepada Noel dan Dee di sampingnya.
"Onee-chan, terimakasih untuk semuanya hingga sekarang"
"Apa yang kamu katakan ? Ini bukan berarti kita tidak akan bisa bertemu lagi, jangan bicara menyerupai itu"
"Tapi tetap saja. Aku akan mendukung Sirius-sama, jadi kamu harus mengurus Dee-san juga"
"Oh, ayolah, kamu sangat bandel "
Sambil berkata begitu, mata Noel mulai berkaca-kaca dan memeluk erat gadis kecil itu dengan penuh kasih sayang. Emilia kemudian sedikit berjinjit dan dengan ringan menggigit pundaknya.
"Ah?!....Ini, mungkinkah...."
"Iya. Itu alasannya yaitu saya sangat menyayangimu, Onee-chan"
Mengigit pundak yaitu bukti kasih sayang bagi ras serigala perak. Mungkin alasannya yaitu senang digigit, Noel menaruh seluruh kekuatan ke dalam pelukannya.
"Nyahehe kamu boleh menggigit lebih berpengaruh "
"Itu hanya untuk Sirius-sama"
"Oh , menyerupai yang di harapkan, cinta yaitu hal yang hebat !"
Semakin berpengaruh gigitannya, semakin dalam perasaan yang terkandung disana. Jika Emilia dikala ini menggigit pundakku, saya mungkin harus mengobatinya.
"Aku juga akan menggigit! Noel-nee, dekatkan pundakmu!!"
"Uh, oke ....aku senang, tapi tolong jangan berlebihan kepadaku ya, Reu-kun ? Agak takut ketika memikirkan ada darah yang muncrat"
"Aku akan sungguh menahannya!"
Reus juga menggigit pundak Noel dan saling berpelukan. Para ras hewan melanjutkan dialog untuk memastikan ketetapan hati mereka.
"Emi-chan, Reu-kun, tolong jaga Sirius-sama untukku "
"Tentu saja"
"Aku akan melindungi Aniki dan nee-chan!"
"Namun, kalian juga harus melindungi diri. Akan jelek jikalau kalian terluka"
"Aku akan melaksanakan segala hal yang bisa kulakukan sambil mengikuti Sirius-sama"
"Aku akan melindungi semuanya!"
"....Apa ini akan baik-baik saja, ya ?"
....Aku juga setuju.
Meskipun saya ingin mereka menjadi sedikit lebih bisa dalam memutuskan, tidak ada yang bisa kuperbuat kecuali secara sedikit demi sedikit mengubahnya di masa depan.
"Emilia, Reus. Aku telah memperlihatkan sikap yang memalukan tadi"
Dee membungkuk untuk membuat tatapan mereka segaris, kemudian berbicara sambil menggaruk kepalanya. Kedua bersaudara berkata bahwa mereka tidak keberatan ketika menggeleng.
"Aku berusaha keras untuk bertindak sebagai saudara kalian juga, tapi kurasa kekuatan kita sudah mempunyai jarak yang lebar"
"Apa Dee-nii benar-benar berpikir begitu?"
"Ya. Dan sebagai abang sekaligus senior yang lemah, saya mempunyai satu permintaan....tolong urus Sirius-sama"
""Mengerti!""
Dengan begini, pembicaraan dari Dee si pendiam berakhir. Setelah menuntaskan perpisahan mereka dengan kedua bersaudara, pasangan ini membungkukkan kepala dikala berdiri di hadapanku.
"....Jadi inilah perpisahan"
"Ya, kita tidak akan bisa bertemu setidaknya lima tahun, hingga kelulusan"
"Itu begitu lama . Jika Sirius-sama tidak mengusulkan akan pergi ke sekolah, saya ingin membawamu ke kampung halamanku"
"Itu juga tidak buruk. Tapi saya tidak punya tempat tinggal"
"Sirius-sama niscaya bisa membangun rumah sendiri yang bagus"
"Kau agak berlebihan"
Bahkan jikalau beliau berbicara perihal membangun rumah....Oh tunggu dulu, kupikir bisa mengurusnya entah bagaimana. Ketika mengingat rumah Lior, saya merasa mampu.
"Kami akan bertemu kalian berdua begitu lulus....Mungkin disaat itu kalian akan menjadi 'tiga orang'?"
"Meski saya merasa sedikit gugup, kami akan melaksanakan yang terbaik. Saat anak itu tumbuh, tolong buat beliau menjadi petugas Sirius-sama juga "
"Hah? Apa yang kamu katakan?"
"Aku akan mengajarkan setiap pengetahuan dari Erina-san, jadi nantikan saja itu. Juga, jikalau beliau seorang gadis, saya tidak akan keberatan bahkan kalau Sirius-sama mengambilnya sebagai istri"
"Onee-chan! Kau tidak bisa tetapkan itu seenaknya!"
Emilia menyela Noel yang terus berbicara sesuka hati. Benar, bahkan jikalau kamu orang tuanya, jangan tetapkan masa depan anakmu bahkan sebelum beliau lahir.
Beritahu itu, Emilia!.
"Tienang saja . Emi-chan, kamu akan selalu menjadi yang pertama. Jangan khawatir "
"....Baguslah kalau begitu"
Oi, jangan mundur!! Dengan kata lain kamu sepakat dengan ini?! Mula-mula ada si gadis Elf, Fia, yang mengajukan reservasi....Bagaimana bisa mereka tetapkan sendiri tanpa izinku? Wanita di dunia ini terlalu agresif.
"Tidak apa-apa . Aku takkan memaksanya! Kehendak anak itu sendirilah yang terpenting"
"Syukurlah kamu mengerti"
"Akan manis jikalau saya bisa mencuci otaknya dan membimbingnya padamu"
"Itu juga tidak boleh!!"
Entah kenapa, saya sudah kelelahan. Perbincangan ini seperti takkan pernah berakhir. Ayo kita segera pergi.
Saat saya hendak menuju kereta kami, Noel meletakkan tangannya dikedua pipiku dan mencium keningku.
"Kami akan selalu berdoa semoga keberuntungan menyertai dan membuat hidupmu senang "
Seusai menjauh dari dahiku, beliau melemparkan senyuman lebar. Astaga....kau tidak pernah melewatkan kesempatan untuk membuat adegan manis, ya. Kaulah yang terbaik.
"Baiklah, saya niscaya bisa menemukan kebahagiaan....Nee-san"
"---?!"
Tentunya kamu takkan menerka saya akan memanggilmu begitu.
Sambil membelakangi kedua pasang petugas yang terisak di belakang, kami menaiki gerbong.
Ketika hendak meminta Zack untuk berangkat, Gad muncul di hadapan kami dan menyerahkan tas yang agak besar.
"Danna, tolong gunakan hal-hal yang telah kami sediakan ini dalam perjalanan"
"Terima kasih. Aku merasa menyesal alasannya yaitu merepotkanmu"
"Seperti yang kukatakan pada Dee, jangan khawatir perihal hal itu"
"Walaupun begitu. Meski tidak banyak, ini...."
Aku mencoba mengambil koin emas dari saku dan menawarkan itu kepadanya. Namun, Gad menggelengkan kepala dan menolak.
"Aku tidak bisa mendapatkan uang dari orang yang telah mengubah laki-laki itu"
"....Sebagai gantinya, saya akan memberimu ini"
Apa yang kuambil dari dalam tas yaitu reversi* terbuat dari kayu. Awalnya saya berencana memainkan ini sepanjang perjalanan, tapi kuurungkan niat itu alasannya yaitu sadar bahwa gerbong kereta niscaya akan berguncang. Ini yaitu dunia dengan hanya segelintir hiburan. Kalau saya menjualnya sebagai suatu permainan, harusnya agak menguntungkan, ya kan?
[Namanya emank Reversi. Kalau masih gak ngerti, inilah yg namanya Othello]
Itulah apa yang saya pikirkan, tapi....
"Apa ini? Sebuah papan dan....koin ebonit dan putih?"
"Ini permainan yang saya buat. Jangan ragu untuk memproduksinya secara massal dan menjualnya menyerupai yang kamu inginkan. Bertanyalah pada Dee bagaimana cara bermainnya"
"Hooohh. Ini pertama kali saya melihatnya. Dengan rasa syukur saya akan menerima. Dan....Danna akan pergi sekarang?"
"Ya, saya mengandalkanmu"
"Baiklah. Hei Zack, berangkat!"
"Siap, Aniki! Ayoo!!"
Kereta mulai melaju dan menjauh. Perlahan, sosok Noel dan Dee memudar.
Keduanya terus melambaikan tangan sambil menangis. Kami juga membalas dengan lambaian seakan merangkai kata 'Sampa jumpa lagi' hingga mereka benar-benar lenyap dari pandangan.
☆☆☆☆
Bagian 3
Dikatakan bahwa akan memakan waktu lima hari untuk hingga di lokasi sekolah, yaitu kota Elysion.
Jalan menuju Elysion telah tertata dengan baik, tanahnya sangat datar hingga hampir menyerupai vertikal sempurna. Monster juga jarang muncul di sini. Sambil tertawa, Zack berkata kalau hal yang paling sulit diperjalanan yaitu mengusir kebosanan.
Saat ini, kami sudah melepas jubah dan duduk di tempat kusir bersama Zack sambil mengobrol bebas. Tiga anak termasuk diriku kini mengenakan pakaian yang cocok untuk seorang petualang. Ngomong-ngomong, Emilia mengikat rambut panjangnya menjadi ponytail semoga tidak mengganggu.
Sama dengan kakaknya, Zack tidak menganggap ras hewan sebagai suatu hal buruk. Sebaliknya, ketika beliau melihat ekor dan pendengaran serigala berwarna perak abang beradik ini, beliau malah melontarkan kekaguman, 'Sepertinya kalian telah dibesarkan dilingkungan yang baik'. Merekapun pribadi bersahabat dan menjadi sobat sambil membahas aneka macam hal.
"Dan dikala itulah Aniki berteriak 'Apa yang kalian lakukan pada adikku, brengsek?!'....pada waktu itu, dimataku beliau bersinar sangat terang"
"Aku mengerti apa yang kamu maksud, Zack-nii*! Aniki ku juga selalu bersinar. Dialah tujuan kami!"
[Aslinya sih 'Zack-niichan'....entah kenapa terasa aneh, jadi kuganti]
Mungkin alasannya yaitu sama-sama mempunyai jiwa persaudaraan yang kental, keduanya menjadi cepat akrab. Mereka saling membicarakan kenangan indah dan mengobrol seperti sudah berteman lama.
"Tapi, apa Reus baik-baik saja? Hampir satu jam berlalu dan...."
"Tidak masalah. Ini juga bentuk pelatihan!"
Hanya Reus yang tak menaiki kereta dan malah berlari. Memang bisa disebut sebagai latihan, lagipula beliau melakukannya atas inisiatif sendiri, itulah kenapa saya tidak menghentikan anak ini. Aku memang ingin beliau menyimpan stamina untuk berjaga-jaga, namun kecepatannya berlari hanyalah setengah dari yang biasa beliau lakukan. Mungkin takkan ada perkara alasannya yaitu saya juga ada disini.
"Ngomong-ngomong, kalau jalan ini aman, kenapa kamu menyewa pengawal?"
Emilia mengalihkan pandangannya ke arah dua laki-laki yang melongo di bangku belakang kereta. Mereka mengenakan jubah, hampir menutupi mata menyerupai kedua bersaudara sebelumnya. Ketika mendapatkan waktu luang, mereka akan merawat pedang besar ataupun tombak yang merupakan senjata masing-masing. Namun, semenjak berangkat, mereka tak pernah berbicara. Sejujurnya, kesan mencurigakan cukup terasa.
"Baru-baru ini, para berandal sering muncul disekitar sini. Itulah kenapa saya menyewa para petualang dari serikat"
Begitu ya. Namun, ada sesuatu yang membuatku khawatir dari tadi. Mendekatkan diri ke pendengaran Zack, saya bergumam dengan bunyi yang mereka tidak bisa dengar.
"Bagaimana kemampuan mereka? Maaf alasannya yaitu terlalu penasaran, tapi saya merasa absurd dengan senjata mereka yang terlihat masih baru"
Para petualang tidak jauh dari kata 'pertarungan'.
Andai mereka sering bertarung, akan tampak bahwa senjata itu lebih lama atau sedikit kotor terkena bercak darah. Kalau penampilan senjata mereka yang seolah gres saja dibeli didapatkan dari perawatan rutin mungkin bisa dimengerti. Tapi yang kulihat dari tadi, mereka hanya melaksanakan perawatan dengan setengah-setengah. Lebih seperti, mereka masih 'asing' dengan senjata.
"Mereka mungkin memang gres saja membelinya? Aku memperoleh orang-orang ini dari serikat petualang, jadi harusnya tak ada masalah"
Yah, saya tidak begitu tahu perihal hal-hal mengenai serikat. Daripada itu, bersamaan dengan munculnya firasat buruk, saya mencoba menggunakan {Search} pada lingkup area luas dan....mendapat banyak respon.
"Aniki!!"
Reus yang tengah berlari mulai berteriak kemudian menghunus pedang dipinggannya dalam posisi kewaspadaan. Intuisinya cukup tajam.
Terkejut dengan tindakan anak ini, Zack panik dan buru-buru menarik tali kekang kuda untuk menghentikan laju kereta.
"A-Ada apa?!"
"Serangan musuh. Meskipun ada beberapa yang jaraknya masih jauh, mereka telah mengepung kereta ini. Mungkin para berandal yang barusan kamu bicarakan"
"Ini buruk. Hei kalian! Para berandal mungkin akan muncul jadi---apa?!"
Ketika menoleh ke bunyi Zack, saya dihadapkan dengan situasi berbahaya di dalam kereta.
"Kalian!! Jangan berani bergerak!!"
Dengan lehernya yang disodorkan bilah tajam, Emilia telah menjadi seorang sandera.
☆☆☆Chapter 24 berakhir disini☆☆☆
>Catatan penulis : untuk sementara, Noel dan Dee takkan muncul. Tapi damai saja, saya akan menghadirkan mereka lagi.
>Catatan penerjemah : Kita ucapkan hingga jumpa lagi juga pada dua tokoh itu, Noel dan Dee. Walaupun merupakan chara yang menjengkelkan atau bagaimana, ketika gak muncul kisah utama, agak sunyi ya.
Ke Halaman utama World Teacher
Ke Chapter selanjutnya
Sumber http://ifunnovel.blogspot.com/
Diterjemahkan oleh
Bagian 1
Kota terdekat dengan rumah kami, Almest.
Skala kota ini berukuran lebih kecil dari Medria yang saya kunjungi kemarin, ketertiban umumnya juga tidak begitu baik. Aku sempat khawatir 'Apakah kota ini termasuk wilayah ayahku, Baldomyr?'. Juga, kenapa jumlah ras hewan disini sangat rendah?.
Meski begitu, disinilah Dee dan Noel berbelanja, dan di sini juga mereka membeli obat untuk Erina. Ini merupakan kota yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari kami.
Seiring dengan matahari yang terbit, kami berangkat dan hingga di Almest sebelum mencapai siang.
Begitu tiba di kota, Dee berpisah untuk mendapatkan sarana transportasi. Selagi berada di tempat ini, kami berkumpul untuk makan siang di sebuah restoran.
"Kalau dipikir-pikir, ini pertama kalinya kalian mengunjungi kota, kan ?"
Mengenakan jubah berkurudung hampir mencapai matanya, Noel menanyai kedua bersaudara yang menggunakan pakaian serupa. Mereka melaksanakan itu semoga identitas sebagai ras hewan tetap rahasia, tapi ketika tiga orang dalam satu kelompok melaksanakan ini, bukankah malah semakin menonjol?
"Tidak, malah kami sering bepergian ke banyak kota ketika menjadi budak. Sayangnya, kami tidak sanggup melihat jalanan alasannya yaitu terus-terusan berada di dalam kereta"
"Kami memang hingga di beberapa kota, tapi dipenjara sepanjang waktu. Jadi, ini pertama kalinya kami berjalan-jalan"
Inilah bukti bahwa mental mereka semakin kokoh. Tak ada sebercak kesedihan ataupun perasaan muram pada verbal abang beradik walaupun sedang membahas masa kemudian yang kelam.
"Aku mengerti . Tidak absurd kalau kalian terlihat gelisah menyerupai itu"
"Ya! Disini penuh dengan hal-hal baru!"
"Agak misterius. Ada aneka macam orang, aneka macam aromapun juga bercampur"
"Benarkan ? Aku juga begitu disaat pertama kalinya pergi ke tempat ramai. Setelah dibawa oleh Aria-sama, saya merasa sangat khawatir dan gugup....Hanya saja, tangan hangat Aria-sama yang saya genggam dikala itu tak pernah kulepaskan bahkan sesudah kami keluar dari kota"
"Noel-nee juga mempunyai saat-saat itu ya"
"Wajar saja, kan ? Maksudku, kalian berdua memegangi pakaian Sirius-sama dari tadi"
Benar. Itu tidak akan terlihat alasannya yaitu posisi duduk kami yang mempunyai jarak, namun semenjak tiba dikota ini mereka terus menggenggam lengan bajuku. Mungkin ini alasannya yaitu kecurigaan terhadap insan yang masih tersisa dari waktu mereka menjadi budak. Aku ingin keduanya cepat terbiasa, pakaianku mulai mengkerut.
"....Banyaknya insan membuatku resah. Namun dikala bersama Sirius-sama, saya bisa tenang"
"Iya, ada banyak sekali! Tapi, Aniki yang terbiasa dengan ini sungguh hebat!"
"Itu dari pengalaman. Aku pernah berkunjung ke daerah-daerah yang lebih padat daripada disini"
Jika kamu telah mencicipi longsoran penduduk yang memenuhi jalanan di kota-kota pada kehidupanku sebelumnya, disini menyerupai bukan apa-apa.
"Kepadatan penduduk disini niscaya bisa membuat kalian terbiasa dengan cepat. Lagipula, kekuatan kalian berdua telah melampaui petualang umum di sekitar sini. Percaya dirilah"
"Mengerti"
"Ya! Jika ada banyak orang setingkat kami ataupun lebih, itu akan mengkhawatirkan....hanya saja, ini...."
Sambil mengulurkan sumpit ke tumisan daging dan sayuran yang kami pesan, Reus memiringkan kepalanya. Ia tidak berhenti makan, tapi itu sudah menunjukan bahwa hidangan disini tidak terlalu lezat.
"Ini sangat berbeda dari hal-hal yang biasanya dibentuk Aniki ataupun Dee-nii"
"Benar. Lebih tepatnya, ini tidak dimasak secara merata"
"Haha ....bukan begitu, kalian berdua. Rasanya tidak buruk, hanya saja Sirius-sama dan Dee lah orang yang luar biasa"
Mungkin alasannya yaitu pengapiannya yang tidak merata, membuat hidangan ini tak tertumis dengan benar. Mereka terlalu banyak menggunakan garam dan merica sehingga rasa sayurannya tertutupi, selain itu, mereka terlalu mengandalkan rasa daging. Memang agak ceroboh, tapi ini tidaklah jelek alasannya yaitu rasanya sudah cukup enak.
"Maaf telah membuat kalian menunggu"
Disaat kami selesai makan, Dee muncul ditemani oleh seorang pria.
Dia mempunyai rambut pendek kecoklatan, berpenutup mata hitam di mata kirinya, dan mempunyai postur manis meskipun agak gemuk.
"Sirius-sama, ini Gad, sobat petualangku dulu"
"Senang bertemu denganmu! Aku Gad, kepala perusahaan Galgan di kota ini!"
"Senang bertemu dengan Anda juga. Namaku Sirius"
Ketika kami berjabat tangan, saya sadar bahwa jari kelingking di tangan kanannya telah menghilang. Namun dari tangan ini, bisa diterasa jejak kemahiran mengenggam senjata. Dia mungkin seorang petualang yang pensiun alasannya yaitu cedera sama menyerupai Dee.
"Aku pernah mendengar dari Dee, Anda merupakan salah satu orang yang membeli obat buatan kami dan juga menawarkan beberapa barang yang kami butuhkan. Izinkan saya untuk mengucapkan terima kasih"
"Tak masuk akal! Harusnya perusahaan kamilah yang berterima kasih alasannya yaitu sekian lama, kesannya kami bisa mendapatkan materi dan obat-obatan berkualitas tinggi....Setelah bertatap muka denganmu, saya benar-benar mengerti. Seperti yang dibicarakan Dee, kamu memang luar biasa"
"Yakisoba yang pernah kubahas denganmu, saya juga mempelajarinya dari Sirius-sama"
"Benarkah?! Kau mempunyai kreativitas memasak menyerupai itu dengan saus tebal dan sulit digunakan, saya jadi lebih ingin menjalin korelasi baik dan lama denganmu"
Genggaman tangannya tiba-tiba menjadi lebih erat sambil mengayunkan lenganku ke atas dan ke bawah. Pria ini sungguh berlawanan dari Dee. Akan baik-baik saja untuk mempercayainya alasannya yaitu mereka tampak sangat dekat.
"Maafkan ketidaksopananku, tapi korelasi menyerupai apa yang Anda miliki dengan Dee?"
"Jangan terlalu sopan, perlakukan saja saya sama menyerupai kamu memperlakukan Dee....Hubungan kami yaitu sobat yang dulunya sesama petualangan menyerupai yang beliau katakan. Kami pernah menjadi anggota di sebuah party. Suatu hari, saya sempat diselamatkan olehnya dari serangan monster ganas. Hanya satu jari kelingking dan sebelah mataku yang tidak berhasil selamat. Aku kemudian pensiun. Yah, itu sudah lama kuinginkan, dan beralih menjadi pedagang"
"Pertama kali berbelanja disini membuatku terkejut. Aku tidak pernah menerka kamu akan berada di kota ini"
"Sama. Aku cukup kaget dikala orang yang pernah menyelamatkanku tiba sebagai seorang petugas bangsawan. Awalnya saya tidak berharap banyak dari kerjasama bisnis kita. Tapi, laba yang perusaan kami terima terus meningkat setiap harinya. Aku tidak sanggup berkata apapun kecuali merasa berhutang budi kepada kamu dan Danna* ini"
[Danna itu yah....Tahu film Gintama? Okita Sougo (si sadis dari shinsengumi) selalu memanggil Gintoki dengan sebutan 'Danna'. Singkatnya, ini sebutan yang kesannya agak hormat]
Dia telah memanggilku Danna dan memperlakukanku menyerupai atasan. Tapi saya bukan seorang darah biru lagi, ditambah kini yaitu waktu pertama bertemu orang ini, kan?
"Yah, pada dasarnya yaitu Dee penyelamatku dan kami mempunyai ikatan yang kuat....Baiklah, apa kita akan pribadi ke topik? Kau ingin saya mempersiapkan transportasi yang kondusif kan?"
"Benar. Kami ingin adanya kereta yang menuju ke timur untuk Noel dan diriku. Juga, yang menuju ke barat untuk Sirius-sama dan kedua petugasnya hari ini"
"Hari ini, ya....boleh saya mendengar alasannya? Ini sangat mendadak"
Gad-shi* mengerang dengan wajah sulit, menyerupai yang diperlukan ini merupakan undangan yang tidak masuk akal. Tapi kami tetap ingin meninggalkan kota hari ini jikalau memungkinkan.
[Ini sebutan agak hormat 氏 shi]
Ini seolah kami melaksanakan perjalan malam (tidak harus di malam hari sekalipun), semoga tak dikejar oleh Baldomyr. Aku memang tidak berpikir beliau akan tiba hari ini atau besok, mungkin bahkan tak ada alasan untuk khawatir sama sekali. Tapi untuk berjaga-jaga, saya ingin meninggalkan wilayah orang itu secepatnya.
"Gad-san, kalau hari ini mustahil kami bisa melakukannya besok, tidak masalah. Aku tahu kami meminta dukungan besar di sini"
"Tidak, tidak, saya akan melakukannya dengan cara apapun. Hanya saja, terasa sepi ya. Kita akan saling berucap selamat tinggal sesudah sekian lama menanti pertemuan"
"Apa yang kamu bicarakan ? Kau hanya berpikir untuk diajari oleh Sirius-sama atau sesuatu menyerupai itu, bukan ?"
Noel membalas seakan menyalak. Dia selalu tiba bersama Dee ke kota. Selain itu, Gad-shi tidak berperilaku menyerupai orang yang membenci ras binatang. Aku rasa mereka telah bergaul cukup baik hingga bisa melemparkan candaan tanpa ragu.
"Hahaha, saya tidak bisa bersaing denganmu, Noel-chan. Enggan untuk berpisah itu memang jujur. Tapi Dee telah diajarkan aneka macam hal olehnya, jadi saya juga ingin diajari"
"Kau ingin diajari olehku? Yang seorang anak kecil?"
"Danna telah mengubah Dee menjadi dirinya yang sekarang. Aku mustahil menganggapmu hanya sekedar bocah. Pertemuan ini membuatku semakin yakin"
"Baguslah, Gad. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan dilema kereta?"
"Tentang itu, kamu beruntung, Dee. Aku berencana pergi ke timur hari ini. Meskipun akan sesak alasannya yaitu ada aneka macam barang yang harus diangkut, tapi saya akan memberimu tumpangan"
"Sebenarnya, saya tidak masalah. Sirius-sama lah yang kami prioritaskan"
"Tenang saja, saya juga punya solusi untuk itu, kalian tiba pada waktu yang tepat. Untuk dikala ini, ayo kita pergi ke tempat parkir seluruh kereta"
Meninggalkan restoran, kami mengikuti arah yang dituju Gad.
Ada sekumpulan kereta dengan aneka macam ukuran berbaris dimana kami sampai. Di antara semua itu, Gad membelokkan langkahnya menuju ke sebuah kereta yang tampak bisa menampung sekitar delapan orang.
"Hei, Zack! Kau sudah selesai dengan persiapannya?"
Menanggapi panggilan Gad, seorang laki-laki muncul dari dalam kereta. Dia mempunyai tampilan yang sedikit lebih muda dari Gad, tanpa mempunyai epilog mata dan jari-jarinya masih utuh. Namun mereka sangat menyerupai hingga kamu akan beranggapan bahwa mereka bersaudara ketika menyaksikan keduanya berdiri berdampingan
"Persiapannya memang selesai, Aniki. Semua yang tersisa yaitu pengawalnya. Distribusi kali ini agak berisiko alasannya yaitu ada kemungkinan diserang oleh monster. Apa ini tetap dilanjutkan?"
"Idiot, jangan bilang hal-hal yang aneh. Ada orang-oranv yang saya ingin kamu beri tumpangan, jadi cepat turunkan satu tong dan dua kotak bijih itu"
"Hah? Ada apa? Penjualannya akan menurun jikalau kita melakukannya kan?"
"Jangan khawatir perihal itu, cepat dan lakukan saja. Ini undangan dari pelanggan tetap, saya yang akan bertanggung jawab"
"Apa boleh buat. Kalau begitu, bantu aku, Aniki"
"Baiklah baiklah. Yah, itu benar. Danna, kamu bilang akan menuju ke barat, tapi boleh saya mendengar kemana kamu akan pergi?"
Melihat dari balik bahunya, Gad melemparkan sebuah pertanyaan dengan tatapan meminta maaf.
Meskipun beliau berkata takkan menanyakan motifku, mungkin akan sulit baginya untuk menjelaskan kepada Zack ke mana harus pergi tanpa mengetahui lokasi kami.
"Tujuannya yaitu Elysion"
"Aku mengerti, tujuan Zack juga Elysion, itu sempurna"
"Maaf telah membuatmu menurunkan barang-barang yang harusnya kamu bawa"
"Tidak, tidak, anggap saja sebagai bentuk terima kasih atas apa yang telah kamu perbuat. Kalau begitu, saya akan menjelaskan sebentar kepada orang ini dan membantunya dengan bongkar muat kereta. Tolong tunggu sebentar"
Kamipun duduk agak jauh dari tempat parkir kereta. Tak ada yang mengucapkan sepatah kata pun dan hanya terus melihat penduduk yang berlalu lalang. Ini mungkin suatu hal yang wajar.
Karena di sinilah kami akan berpisah.
Tak ada topik manis yang terlintas dalam pikiranku. Beruntungnya, Dee mengambil langkah pertama untuk memecahkan kesunyian ini. Dia mengambil sebuah kantong dari saku dadanya dan berucap.
"Sirius-sama, sebelum terlambat, saya ingin mengembalikan ini padamu"
"Bukankah saya sudah menawarkan itu untuk kalian berdua? Jika menerimanya lagi, saya akan menganggap diriku berhutang budi kepadamu, Dee. Lebih baik tidak"
"Tapi tetap saja, Sirius-sama memberi terlalu banyak. Setengah dari ini lebih dari cukup untuk kami"
Kantong Dee dipenuhi oleh koin emas.
Kenapa beliau mempunyai banyak uang? Cerita itu berasal dari tadi malam.
☆☆☆☆
Bagian 2
Di malam terakhir. Ketika pesta itu usai, saya mengadakan pertemuan dengan semua orang lagi.
Apa yang terhampar di meja yaitu semua uang yang telah kutabung hingga kini dan uang yang saya dapatkan dari menjual permata. Kecuali milik para petugas, seluruh kekayaan rumah ada di sini.
Memanajemen keuangan dulu yaitu kiprah kaa-san, tapi saya mengambil alihnya sekarang. Kamipun menghitung satu persatu koin yang tersebar di atas meja.
Proses penjumlahan berlangsung beberapa menit. Kekayaan seluruh keluargapun disimpulkan.
"Jika rinciannya diabaikan, ada 73 koin emas dan 10 koin perak. Aku mau kita semua berpikir 'Ini dipakai untuk apa'"
Diperkirakan akan ada 45 koin emas yang lenyap untuk biaya masuk sekolah, sisanya yaitu 28. Aku dan siswa-siswaku bisa hidup bahkan jikalau hanya berbekal 1 koin emas.
"Sirius-sama. Maaf, tapi boleh kami meminta waktumu sebentar?"
Noel dan Dee memanggilku dengan suasana gelisah. Untuk sementara, saya menyisihkan dilema uang dan menoleh ke arah keduanya.
"Ada apa? Kalian terlihat serius"
"Tolong, terimalah ini"
Hal yang di berikan oleh Dee yaitu koin emas. Meski hanya satu keping, bagi keduanya ini sudah merupakan hal berharga dan sangat bernilai.
"....Ini?"
"Sebenarnya , ini uang yang kami terima dari Erina-san sebagai gaji. Meski tidak banyak"
Di atas memikirkan biaya kebutuhan rumah dan lain-lain, kaa-san juga mempertimbangkan honor para juniornya? Dia akan membuat para ibu rumah tangga merasa malu.
"Kami telah cukup lama menabung dan hasilnya yaitu koin emas ini. Maukah Sirius-sama menerimanya?"
"Tunggu dulu, bagaimana dengan biaya hidup kalian sesudah kita berpisah?"
"Tidak apa-apa , kami sudah menyisihkan sebagian untuk diri kami sendiri. Selain itu....kami telah mencar ilmu banyak darimu, Sirius-sama. Jadi, walaupun ini sesuatu yang sepele, tolong terimalah"
"Sirius-sana telah mengajarkan banyak hal, dari memasak hingga bagaimana cara berjuang dalam hidup. Aku ingin kamu mendapatkan ini sebagai pelengkap biaya sekolah"
Keduanya membungkuk sangat rendah, seolah tidak akan mengalah hingga saya mendapatkan pemberian mereka.
Meski mereka berkata itu yaitu uang sekolah, kesampingkan Emilia dan Reus, saya hanya mengurusi Noel di waktu senggang dan mengajarkan Dee cara memasak. Yah, alasannya yaitu saya ingin memakan masakannya.
"Perasaan kalian sudah cukup untukku....mengucapkan itu takkan ada gunanya, ya. Baiklah, dengan senang hati saya akan mendapatkan ini"
""Terima kasih banyak!""
Normalnya akulah yang harus berterima kasih, bukan kalian. Ya ampun, kedua petugasku ini terlalu jujur dan baik hati.
Oh iya, saya juga punya sesuatu untuk diberikan kepada mereka.
"Kalau begitu, saya akan menawarkan honor kalian dan itu dihentikan dikembalikan"
"....Apa?"
Saat saya menyerahkan sebuah kantong kecil berisi 20 koin emas kepada Dee, keduanya membeku dengan mata terbuka lebar.
"Aku sudah mendiskusikan ini dengan kaa-san dan memutuskannya. Itu honor pelengkap untuk kalian berdua"
"....20 keping?"
"Haaaah ?!?! Itu terlalu banyak!!! Sayang, kembalikan, kembalikan !!!!"
Meskipun pasangan suami istri ini mulai panik, saya mengabaikan mereka. Bagaimanapun, Dee niscaya telah tetapkan tujuannya.
"Dee, kamu sudah tahu seberapa banyak modal untuk membuka suatu perjuangan kan?"
"....Itu...."
Ya, rencananya yaitu membuka sebuah restoran di kampung halaman Noel. Kurasa beliau tidak akan berhasil tanpa bermodalkan setidaknya beberapa koin emas.
"Maaf, saya bisa memberimu lebih banyak jikalau tidak membayar Baldomyl...."
"Tolong hentikan. Kita semua telah sepakat mengenai hal itu"
"Benar ! Lagipula, kamilah yang akan terganggu jikalau mendapatkan sebanyak ini. Hei, Emi-chan, Reu-kun, katakan sesuatu !!"
Walaupun Noel mencari dukungan dari kedua bersaudara yang sedang mengumpulkan koin-koin tembaga di samping, mereka hanya menjawab sambil tersenyum.
"Aku mempunyai pendapat yang sama dengan Sirius-sama, saya tidak keberatan sedikitpun jikalau itu untuk Dee-san dan Onee-chan"
"Aku juga! Aku pikir akan sangat hebat jikalau ada banyak orang yang bisa memakan kuliner Dee-nii!"
"Ugh!"
Noel mundur menghadapi kilau senyum murni dan tak bersalah dari anak-anak. Meski begitu, wajah ketidakpuasan keduanya masih belum sirna, kurasa saya akan mengarahkan percakapan dari sini.
"Jika kalian tidak yakin, ayo kita anggap ini sebagai hutang. Setelah lulus sekolah, kami akan menuju lokasi kalian berdua. Ketika dikala itu tiba, izinkan kami makan di restoranmu. Tentu saja dengan gratis"
"Bahkan jikalau Sirius-sama tidak melaksanakan ini, untuk kalian tentu saja gratis"
"Baiklah, dikatakan bahwa kesulitan sangat berharga selama masa muda. Jika seseorang terlalu banyak mempunyai kekayaan, mereka tidak akan mengerti nilai dari uang, ya kan?"
"Kami telah didukung oleh Onee-chan, Dee-san dan Erina-san. Mulai sekarang, saya ingin hidup dan mendapatkan uang sendiri"
"Tidak apa-apa alasannya yaitu kami akan terus bersama Aniki! Aku juga akan bekerja keras untuk mendapatkan uang!"
Dengan paksaan kami, beberapa butiran kecil muncul di sudut mata keduanya. Mereka kemudian menunduk....tidak, bukan menunduk. Mereka malah bersujud di lantai.
"Hei?! Ini terlalu berlebihan! Cepat dan angkat kepala kalian!....Tunggu, kenapa semua orang melakukannya?! Hah?....menghormati seorang pemimpin? Aku tidak memegang gelar menyerupai itu jadi angkat kepala kalian!!"
☆☆☆☆
....Masalah ini harusnya berakhir kemarin. Apa mereka masih mengkhawatirkannya?
"Kalian masih memikirkan itu? Apa yang tidak kalian sukai? Yang paling membutuhkannya yaitu Dee. Hal ini tidaklah salah"
"....Hanya saja, walau telah mendapatkan sejumlah besar uang, apakah saya bisa memenuhi harapanmu? Apakah saya bisa mewujudkan mimpiku?....Aku tidak tahu...."
....Begitu ya, Dee....kau cemas.
Meski beliau telah menumpuk pengalaman bertahun-tahun sebagai petualang, Erina yang telah biasa beliau ikuti, meninggal dunia. Mulai sekarang, beliau harus melindungi pasangan tercinta dengan tangannya sendiri.
Karena itulah, beliau dilanda kekhawatiran dan tak bisa menahannya. Dengan mendapatkan sejumlah besar uang, dirinya takut akan kegagalan dan membuat kecewa pihak lain.
"Dee"
"Ya....---UGH?!"
Mula-mula yaitu pukulan ke perut.
Aku memang menahan kekuatan, tapi alasannya yaitu ini serangan mendadak, Dee belum sempat bersiap dan mendapatkan tinjuku pribadi sambil terhuyung-huyung.
"A....Apa....?"
"Jangan lembek, Dee!!!"
Aku meraih kerah Dee, dan menariknya kearahku.
"Kau sudah dewasa, suami yang melindungi Noel! Kau juga akan menjadi seorang ayah untuk anak yang akan lahir darinya!! Pria menyerupai itu akan diejek jikalau sudah kewalahan oleh perkara setingkat ini!!!"
"....Sirius-sama...."
"Aku mengerti bahwa kamu khawatir. Namun, dirimu sudah tahu cara untuk tetap berpengaruh sekarang! Jangan takut dan hiduplah dengan lebih percaya diri!!"
"....Ya"
"Terima kasih banyak, Sirius-sama....Sayang, saya minta maaf alasannya yaitu ragu-ragu untuk meyakinkanmu"
"Noel...."
"Sayang...."
....Ahhhh, mereka telah membuat dunia cinta tingkat kedua.
Akhirnya, dengan ini mereka akan mendapatkan uang tanpa masalah. Kali ini memang akulah yang memarahinya, tapi selanjutnya akan diambil alih oleh Noel.
"Hei, Dee, Danna. Aku akan memperkenalkan sebentar orang ini---Haahh?! Ada apa ini?!"
Waktu yang buruk, Gad. Kau harusnya berada disana lebih lama.
Kedua orang itu kesannya kembali dari membenahi kereta. Kamipun diperkenalkan laki-laki sebelumnya.
"Ini yaitu adikku, Zack. Dialah yang bertanggung jawab atas distribusi barang ke Elysion. Dia juga akan berperan sebagai kusir untuk kereta yang mengantar Danna dan kedua petugasnya"
"Sesuai perkenalan barusan, namaku Zack. Aku hanyalah seorang pemula yang bekerja sekaligus mencar ilmu dari Aniki* ku, Gad. Tolong perlakukan saya dengan baik"
[Ya. Dia juga memanggil kakaknya dgn sebutan Aniki]
Keduanya memang tampak mirip. Mungkin Gad berusia tiga puluhan, sedangkan Zack sekitar dua puluh?
"Dia menganggap dirinya sendiri sebagai pemula, tapi orang ini sudah berkali-kali pergi ke Elysion. Aku telah mempekerjakan dua orang dari serikat petualang sebagai pengawal, jadi perjalanan kalian bisa dijamin aman"
"....Gad, apa kita bisa mempercayai pengawal-pengawal itu?"
"Tidak masalah....ah, mungkin masuk akal jikalau kamu merasa cemas. Tapi yakinlah, mereka bisa dipercaya alasannya yaitu dipilih sendiri oleh Aniki!"
Karena jawabannya dipenuhi kepercayaan diri, Dee tampaknya sudah yakin. Saat keduanya berbincang di tempat lain, Zack mendekatiku dan meminta jabat tangan.
"Aku telah mendengar dari Aniki. Meskipun Elysion agak jauh dari sini, saya berharap bisa bekerja sama denganmu"
"Sama, tolong perlakukan kami dengan baik. Ini perjalanan jauh kami yang pertama, jadi akan sangat membantu jikalau kamu bisa mengajari banyak hal"
"Hahaha, saya akan mengajari hal apapun yang kamu mau selama itu dalam lingkup pengetahuanku. Lagipula, saya mendengar dari Aniki bahwa kamu telah berkontribusi besar pada perusahaan kami bersama dengan Dee-san. Boleh saya juga memanggilmu 'Danna'?"
"Haha....jika kamu tidak keberatan untuk anak kecil menyerupai diriku ini, maka silakan"
"Mengerti, orang yang akan mengantar Danna dan kelompoknya gres saja tiba, kita bisa berangkat kapanpun. Jadi, panggil saya jikalau kalian siap"
Tidak hanya penampilan, abjad mereka juga serupa. Karena beliau yaitu orang yang gampang diajak bicara, hal-hal menyerupai perjalanan akan terasa menyenangkan. Saat menatap Zack, yang kembali ke kereta, kedua bersaudara itu saling mengucapkan salam perpisahan kepada Noel dan Dee di sampingnya.
"Onee-chan, terimakasih untuk semuanya hingga sekarang"
"Apa yang kamu katakan ? Ini bukan berarti kita tidak akan bisa bertemu lagi, jangan bicara menyerupai itu"
"Tapi tetap saja. Aku akan mendukung Sirius-sama, jadi kamu harus mengurus Dee-san juga"
"Oh, ayolah, kamu sangat bandel "
Sambil berkata begitu, mata Noel mulai berkaca-kaca dan memeluk erat gadis kecil itu dengan penuh kasih sayang. Emilia kemudian sedikit berjinjit dan dengan ringan menggigit pundaknya.
"Ah?!....Ini, mungkinkah...."
"Iya. Itu alasannya yaitu saya sangat menyayangimu, Onee-chan"
Mengigit pundak yaitu bukti kasih sayang bagi ras serigala perak. Mungkin alasannya yaitu senang digigit, Noel menaruh seluruh kekuatan ke dalam pelukannya.
"Nyahehe kamu boleh menggigit lebih berpengaruh "
"Itu hanya untuk Sirius-sama"
"Oh , menyerupai yang di harapkan, cinta yaitu hal yang hebat !"
Semakin berpengaruh gigitannya, semakin dalam perasaan yang terkandung disana. Jika Emilia dikala ini menggigit pundakku, saya mungkin harus mengobatinya.
"Aku juga akan menggigit! Noel-nee, dekatkan pundakmu!!"
"Uh, oke ....aku senang, tapi tolong jangan berlebihan kepadaku ya, Reu-kun ? Agak takut ketika memikirkan ada darah yang muncrat"
"Aku akan sungguh menahannya!"
Reus juga menggigit pundak Noel dan saling berpelukan. Para ras hewan melanjutkan dialog untuk memastikan ketetapan hati mereka.
"Emi-chan, Reu-kun, tolong jaga Sirius-sama untukku "
"Tentu saja"
"Aku akan melindungi Aniki dan nee-chan!"
"Namun, kalian juga harus melindungi diri. Akan jelek jikalau kalian terluka"
"Aku akan melaksanakan segala hal yang bisa kulakukan sambil mengikuti Sirius-sama"
"Aku akan melindungi semuanya!"
"....Apa ini akan baik-baik saja, ya ?"
....Aku juga setuju.
Meskipun saya ingin mereka menjadi sedikit lebih bisa dalam memutuskan, tidak ada yang bisa kuperbuat kecuali secara sedikit demi sedikit mengubahnya di masa depan.
"Emilia, Reus. Aku telah memperlihatkan sikap yang memalukan tadi"
Dee membungkuk untuk membuat tatapan mereka segaris, kemudian berbicara sambil menggaruk kepalanya. Kedua bersaudara berkata bahwa mereka tidak keberatan ketika menggeleng.
"Aku berusaha keras untuk bertindak sebagai saudara kalian juga, tapi kurasa kekuatan kita sudah mempunyai jarak yang lebar"
"Apa Dee-nii benar-benar berpikir begitu?"
"Ya. Dan sebagai abang sekaligus senior yang lemah, saya mempunyai satu permintaan....tolong urus Sirius-sama"
""Mengerti!""
Dengan begini, pembicaraan dari Dee si pendiam berakhir. Setelah menuntaskan perpisahan mereka dengan kedua bersaudara, pasangan ini membungkukkan kepala dikala berdiri di hadapanku.
"....Jadi inilah perpisahan"
"Ya, kita tidak akan bisa bertemu setidaknya lima tahun, hingga kelulusan"
"Itu begitu lama . Jika Sirius-sama tidak mengusulkan akan pergi ke sekolah, saya ingin membawamu ke kampung halamanku"
"Itu juga tidak buruk. Tapi saya tidak punya tempat tinggal"
"Sirius-sama niscaya bisa membangun rumah sendiri yang bagus"
"Kau agak berlebihan"
Bahkan jikalau beliau berbicara perihal membangun rumah....Oh tunggu dulu, kupikir bisa mengurusnya entah bagaimana. Ketika mengingat rumah Lior, saya merasa mampu.
"Kami akan bertemu kalian berdua begitu lulus....Mungkin disaat itu kalian akan menjadi 'tiga orang'?"
"Meski saya merasa sedikit gugup, kami akan melaksanakan yang terbaik. Saat anak itu tumbuh, tolong buat beliau menjadi petugas Sirius-sama juga "
"Hah? Apa yang kamu katakan?"
"Aku akan mengajarkan setiap pengetahuan dari Erina-san, jadi nantikan saja itu. Juga, jikalau beliau seorang gadis, saya tidak akan keberatan bahkan kalau Sirius-sama mengambilnya sebagai istri"
"Onee-chan! Kau tidak bisa tetapkan itu seenaknya!"
Emilia menyela Noel yang terus berbicara sesuka hati. Benar, bahkan jikalau kamu orang tuanya, jangan tetapkan masa depan anakmu bahkan sebelum beliau lahir.
Beritahu itu, Emilia!.
"Tienang saja . Emi-chan, kamu akan selalu menjadi yang pertama. Jangan khawatir "
"....Baguslah kalau begitu"
Oi, jangan mundur!! Dengan kata lain kamu sepakat dengan ini?! Mula-mula ada si gadis Elf, Fia, yang mengajukan reservasi....Bagaimana bisa mereka tetapkan sendiri tanpa izinku? Wanita di dunia ini terlalu agresif.
"Tidak apa-apa . Aku takkan memaksanya! Kehendak anak itu sendirilah yang terpenting"
"Syukurlah kamu mengerti"
"Akan manis jikalau saya bisa mencuci otaknya dan membimbingnya padamu"
"Itu juga tidak boleh!!"
Entah kenapa, saya sudah kelelahan. Perbincangan ini seperti takkan pernah berakhir. Ayo kita segera pergi.
Saat saya hendak menuju kereta kami, Noel meletakkan tangannya dikedua pipiku dan mencium keningku.
"Kami akan selalu berdoa semoga keberuntungan menyertai dan membuat hidupmu senang "
Seusai menjauh dari dahiku, beliau melemparkan senyuman lebar. Astaga....kau tidak pernah melewatkan kesempatan untuk membuat adegan manis, ya. Kaulah yang terbaik.
"Baiklah, saya niscaya bisa menemukan kebahagiaan....Nee-san"
"---?!"
Tentunya kamu takkan menerka saya akan memanggilmu begitu.
Sambil membelakangi kedua pasang petugas yang terisak di belakang, kami menaiki gerbong.
Ketika hendak meminta Zack untuk berangkat, Gad muncul di hadapan kami dan menyerahkan tas yang agak besar.
"Danna, tolong gunakan hal-hal yang telah kami sediakan ini dalam perjalanan"
"Terima kasih. Aku merasa menyesal alasannya yaitu merepotkanmu"
"Seperti yang kukatakan pada Dee, jangan khawatir perihal hal itu"
"Walaupun begitu. Meski tidak banyak, ini...."
Aku mencoba mengambil koin emas dari saku dan menawarkan itu kepadanya. Namun, Gad menggelengkan kepala dan menolak.
"Aku tidak bisa mendapatkan uang dari orang yang telah mengubah laki-laki itu"
"....Sebagai gantinya, saya akan memberimu ini"
Apa yang kuambil dari dalam tas yaitu reversi* terbuat dari kayu. Awalnya saya berencana memainkan ini sepanjang perjalanan, tapi kuurungkan niat itu alasannya yaitu sadar bahwa gerbong kereta niscaya akan berguncang. Ini yaitu dunia dengan hanya segelintir hiburan. Kalau saya menjualnya sebagai suatu permainan, harusnya agak menguntungkan, ya kan?
[Namanya emank Reversi. Kalau masih gak ngerti, inilah yg namanya Othello]
Itulah apa yang saya pikirkan, tapi....
"Apa ini? Sebuah papan dan....koin ebonit dan putih?"
"Ini permainan yang saya buat. Jangan ragu untuk memproduksinya secara massal dan menjualnya menyerupai yang kamu inginkan. Bertanyalah pada Dee bagaimana cara bermainnya"
"Hooohh. Ini pertama kali saya melihatnya. Dengan rasa syukur saya akan menerima. Dan....Danna akan pergi sekarang?"
"Ya, saya mengandalkanmu"
"Baiklah. Hei Zack, berangkat!"
"Siap, Aniki! Ayoo!!"
Kereta mulai melaju dan menjauh. Perlahan, sosok Noel dan Dee memudar.
Keduanya terus melambaikan tangan sambil menangis. Kami juga membalas dengan lambaian seakan merangkai kata 'Sampa jumpa lagi' hingga mereka benar-benar lenyap dari pandangan.
☆☆☆☆
Bagian 3
Dikatakan bahwa akan memakan waktu lima hari untuk hingga di lokasi sekolah, yaitu kota Elysion.
Jalan menuju Elysion telah tertata dengan baik, tanahnya sangat datar hingga hampir menyerupai vertikal sempurna. Monster juga jarang muncul di sini. Sambil tertawa, Zack berkata kalau hal yang paling sulit diperjalanan yaitu mengusir kebosanan.
Saat ini, kami sudah melepas jubah dan duduk di tempat kusir bersama Zack sambil mengobrol bebas. Tiga anak termasuk diriku kini mengenakan pakaian yang cocok untuk seorang petualang. Ngomong-ngomong, Emilia mengikat rambut panjangnya menjadi ponytail semoga tidak mengganggu.
Sama dengan kakaknya, Zack tidak menganggap ras hewan sebagai suatu hal buruk. Sebaliknya, ketika beliau melihat ekor dan pendengaran serigala berwarna perak abang beradik ini, beliau malah melontarkan kekaguman, 'Sepertinya kalian telah dibesarkan dilingkungan yang baik'. Merekapun pribadi bersahabat dan menjadi sobat sambil membahas aneka macam hal.
"Dan dikala itulah Aniki berteriak 'Apa yang kalian lakukan pada adikku, brengsek?!'....pada waktu itu, dimataku beliau bersinar sangat terang"
"Aku mengerti apa yang kamu maksud, Zack-nii*! Aniki ku juga selalu bersinar. Dialah tujuan kami!"
[Aslinya sih 'Zack-niichan'....entah kenapa terasa aneh, jadi kuganti]
Mungkin alasannya yaitu sama-sama mempunyai jiwa persaudaraan yang kental, keduanya menjadi cepat akrab. Mereka saling membicarakan kenangan indah dan mengobrol seperti sudah berteman lama.
"Tapi, apa Reus baik-baik saja? Hampir satu jam berlalu dan...."
"Tidak masalah. Ini juga bentuk pelatihan!"
Hanya Reus yang tak menaiki kereta dan malah berlari. Memang bisa disebut sebagai latihan, lagipula beliau melakukannya atas inisiatif sendiri, itulah kenapa saya tidak menghentikan anak ini. Aku memang ingin beliau menyimpan stamina untuk berjaga-jaga, namun kecepatannya berlari hanyalah setengah dari yang biasa beliau lakukan. Mungkin takkan ada perkara alasannya yaitu saya juga ada disini.
"Ngomong-ngomong, kalau jalan ini aman, kenapa kamu menyewa pengawal?"
Emilia mengalihkan pandangannya ke arah dua laki-laki yang melongo di bangku belakang kereta. Mereka mengenakan jubah, hampir menutupi mata menyerupai kedua bersaudara sebelumnya. Ketika mendapatkan waktu luang, mereka akan merawat pedang besar ataupun tombak yang merupakan senjata masing-masing. Namun, semenjak berangkat, mereka tak pernah berbicara. Sejujurnya, kesan mencurigakan cukup terasa.
"Baru-baru ini, para berandal sering muncul disekitar sini. Itulah kenapa saya menyewa para petualang dari serikat"
Begitu ya. Namun, ada sesuatu yang membuatku khawatir dari tadi. Mendekatkan diri ke pendengaran Zack, saya bergumam dengan bunyi yang mereka tidak bisa dengar.
"Bagaimana kemampuan mereka? Maaf alasannya yaitu terlalu penasaran, tapi saya merasa absurd dengan senjata mereka yang terlihat masih baru"
Para petualang tidak jauh dari kata 'pertarungan'.
Andai mereka sering bertarung, akan tampak bahwa senjata itu lebih lama atau sedikit kotor terkena bercak darah. Kalau penampilan senjata mereka yang seolah gres saja dibeli didapatkan dari perawatan rutin mungkin bisa dimengerti. Tapi yang kulihat dari tadi, mereka hanya melaksanakan perawatan dengan setengah-setengah. Lebih seperti, mereka masih 'asing' dengan senjata.
"Mereka mungkin memang gres saja membelinya? Aku memperoleh orang-orang ini dari serikat petualang, jadi harusnya tak ada masalah"
Yah, saya tidak begitu tahu perihal hal-hal mengenai serikat. Daripada itu, bersamaan dengan munculnya firasat buruk, saya mencoba menggunakan {Search} pada lingkup area luas dan....mendapat banyak respon.
"Aniki!!"
Reus yang tengah berlari mulai berteriak kemudian menghunus pedang dipinggannya dalam posisi kewaspadaan. Intuisinya cukup tajam.
Terkejut dengan tindakan anak ini, Zack panik dan buru-buru menarik tali kekang kuda untuk menghentikan laju kereta.
"A-Ada apa?!"
"Serangan musuh. Meskipun ada beberapa yang jaraknya masih jauh, mereka telah mengepung kereta ini. Mungkin para berandal yang barusan kamu bicarakan"
"Ini buruk. Hei kalian! Para berandal mungkin akan muncul jadi---apa?!"
Ketika menoleh ke bunyi Zack, saya dihadapkan dengan situasi berbahaya di dalam kereta.
"Kalian!! Jangan berani bergerak!!"
Dengan lehernya yang disodorkan bilah tajam, Emilia telah menjadi seorang sandera.
☆☆☆Chapter 24 berakhir disini☆☆☆
>Catatan penulis : untuk sementara, Noel dan Dee takkan muncul. Tapi damai saja, saya akan menghadirkan mereka lagi.
>Catatan penerjemah : Kita ucapkan hingga jumpa lagi juga pada dua tokoh itu, Noel dan Dee. Walaupun merupakan chara yang menjengkelkan atau bagaimana, ketika gak muncul kisah utama, agak sunyi ya.
Ke Halaman utama World Teacher
Ke Chapter selanjutnya
Sumber http://ifunnovel.blogspot.com/