World Teacher Chap 40 B. Indonesia
Chapter 40 Putri yang diculik
Diterjemahkan oleh
Bagian 1
"Ada benda asing di dalam diriku? Tapi, saya tidak merasakannya?"
"Ukurannya sangat kecil, itulah kenapa tidak menimbulkan rasa asing pada tubuh. Tempatnya....disekitar sini"
Aku menunjuk belahan tengah lengan atas Lifell-hime. Hasil investigasi {Scan} menyampaikan adanya reaksi Mana dari sebuah benda asing di titik itu.
"Apakah Anda pernah terluka baru-baru ini?"
"....Iya. Beberapa waktu yang kemudian saya sempat terjatuh ketika menunggang kuda, kemudian terluka oleh sebuah kerikil dibawahnya"
Jatuh dari seekor kuda....Betapa agresifnya putri ini. Namun, bekasnya bahkan tak ditemukan meski beliau berkata lukanya cukup dalam.
Senia melihat-lihat bekas bekas luka Lifell-hime sambil tersenyum pahit. Mungkin beliau sedang mengingat-ingat kejadiannya.
"Kami panik dikala itu. Melihat Darah Lifell-sama terceceran menciptakan semua orang tidak sabar dan memanggil penyihir terdekat"
"Aku juga panik ketika mendengarnya. Sudah kukatakan berkali-kali, tapi tolong lebih berhati-hatilah, Ane-sama"
"Auuhh, maaf ya. Namun, saya selamat lantaran sihir Reese juga menghilangkan bekas lukanya. Jika seorang putri mempunyai bekas luka, itu akan tampak jelek bagi masyarakat"
"Seperti yang diduga dari Reese. Ini sudah setingkat dengan Sirius-sama"
Sesuai ucapan Emilia, kulit Lifell-hime sangatlah indah. Takkan ada yang menduga bahwa tubuhnya pernah tergores sedikitpun.
"Mampu melaksanakan sebanyak itu, Reese, kemampuanmu sudah sangat meningkat. Ini merupakan bukti bahwa kau telah memanfaatkan dengan baik apa yang telah di pelajari"
"Itu....semuanya berkat Sirius-san"
"Bekas lukaku juga lenyap berkat Reese-ane"
Ini cara yang jelek untuk mengatakannya, tapi badan Reus dulu sering dijadikan subjek latihan sihir penyembuh. Reus yang sering terluka lantaran latih tanding denganku merupakan suatu bentuk kesempatan untuk melatih Reese biar bisa menyembuhkan bebagai jenis luka. Ini juga sebagai trik biar keduanya bisa semakin akrab. Memang butuh waktu hingga mereka bisa sedekat yang sekarang, tapi Reus karenanya memanggil Reese tanpa sebutan kehormatan hanya dalam beberapa hari.
"Daripada itu, ada luka di titik ini kan. Apa terjadi pada hari sebelum kondisinya mulai menjadi buruk?"
"Benar. Tentu saja, banyak sekali penyihir dan dokter yang dipanggil untuk memeriksaku juga mengira itulah penyebabnya. Namun, semua dari mereka menyampaikan bahwa tidak ada yang asing dari lenganku. Karena sadar kalau Mana-ku lah yang terganggu, saya mulai berpikir untuk memakai metode lain"
"Dari pemeriksaanku, badan Lifell-hime tidak mempunyai kelainan kecuali pada lengan ini. Mungkin penyebab kondisi fisik Anda yang jelek yaitu benda asing tersebut"
Reaksi Mana pekat bisa terasa dari benda asing itu. Mana yang dipancarkan berbeda dari Mana Lifell-hime sendiri, mungkin itulah yang meracuni dan mengikis tubuhnya. Sihir penyembuh memang berhasil melenyapkan rasa sakit, tapi itu hanya sekedar memberi pertolongan sementara dengan cara menutupi aliran Mana benda asing. Tapi, lantaran penyebabnya tidak disingkirkan, Mana kembali bocor dan menciptakan kondisinya memburuk lagi. Perempuan itu akan terus menderita tak peduli berapa kali beliau disembuhkan.
Meski telah menjelaskan apa yang kupahami secara menyeluruh, Melt masih ragu lantaran penampilanku yang berupa anak kecil dan bukan dokter secara resmi.
"Tolong jangan tertipu, Hime-sama! Aku belum pernah mendengar apapun perihal sihir yang bisa mendeteksi benda lain pada badan seseorang. Dia niscaya berbohong!"
"Ada benarnya kalau Melt hingga menganggapmu berbohong, kan? Sirius-kun, sesuai perkataannya, apa kau bisa menandakan kalau 'benda asing' ini memang ada di tubuhku?"
Lifell-hime tampaknya percaya pada sihirku. Namun, posisi Melt sebagai penjaga keluarga kerajaan harus membuatnya menepis penjelasanku. Karena itulah wanita ini ingin saya menyampaikan bukti.
"Sayangnya, kalau yang anda mau yaitu bukti, saya tidak memilikinya"
"Anda dengar itu, Hime-sama? Dia mungkin mengarang klarifikasi tadi sehabis mendengar dongeng perihal anda dari Felice-sama!"
"Buktinya memang tidak ada sekarang. Oleh alasannya yaitu itu, saya harus mengambil benda asing itu dan menunjukkannya kepada Anda"
"Mengambilnya? Apa maksudmu?"
"Dengan operasi bedah....aku akan memotong lengan Anda dan mengeluarkannya"
Hampir tak ada konsep pembedahan di dunia ini. Sebagian besar luka dan penyakit disembuhkan oleh sihir. Kurasa 'orang yang takkan terpotong selain dari pertempuran' juga merupakan nalar sehat.
Ada juga batasan dan pengecualian dikala memakai sihir penyembuh serbaguna semacam itu. Contohnya yaitu situasi sekarang.
Menurut pendapatku, benda ini terjebak ketika lukanya tertutup dikala perawatan. Dunia ini menganggap luka harus segera diobati dengan sihir. Ditambah lagi beliau merupakan seorang putri, kalau mereka yang berada di kasta tertinggi terluka, maka kemungkinan besar penyembuhannya akan dilakukan terburu-buru.
Kronologis singkatnya adalah, beliau menderita menyerupai ini sehabis insiden dimana dirinya terjatuh ketika menunggang kuda. Sangat mungkin kalau benda tersebut masuk ke dalam celah lukanya.
Dan, lantaran reaksi yang timbul dari benda ini cukup tinggi, kalau yang kuperkirakan benar, maka....
"Si jelata karenanya mengungkapkan sifat aslinya!! Ingin memotong lengan Hime-sama, haa?? Sebagai Pengawalnya, mereka yang berani membahayakan sang putri harus disingkirkan!!!"
"Tunggu sebentar! Sirius-kun, niscaya ada alasan bagimu untuk menyampaikan ini, kan?"
"Tentu saja. Aku merasakan adanya aliran Mana yang berbeda dibanding milik Lifell-hime dari benda tersebut. Kemungkinan Anda akan sembuh dengan berlalunya waktu cukuplah rendah, kalau situasi ini berlanjut, anda akan terus merasa kesakitan"
"Sirius-san, apa yang akan terjadi dengan Ane-sama?"
"Penyakitnya takkan hingga mengakibatkan kematian, tapi beliau akan terus menderita kalau benda itu tetap ditubuhnya. Aku sangat yakin perihal hal itu"
"Yah....jujur saja, seluruh tubuhku seolah menjerit. Bahkan saya sering tidak bisa tidur di malam hari dan harus mengandalkan obat Bubuk Tidur*"
[スリープフライ]
Bubuk yang dimaksud pada dasarnya menyerupai dengan pil tidur di duniaku sebelumnya. Meski kondisinya menyerupai itu, beliau tetap berbicara dengan kami sambil tertawa. Kurasa, beliau hanya mencoba menahan rasa sakit biar Reese tidak khawatir.
"Aku sarankan untuk segera mengeluarkannya. Namun, kalau Anda masih tidak percaya, saya akan mengajukan beberapa kondisi"
"....Lanjutkan"
"Jika saya sudah membedah Anda namun tidak menemukan apapun, saya akan menyerahkan kepalaku"
"Apa yang kau katakan?!"
Semua orang kecuali kedua bersaudara menahan napas mereka. Tentu saja saya hanya akan mengobati orang lain kalau sudah tahu niscaya perihal penyebabnya. Tak ada hal di situasi kini yang bisa menciptakan kepalaku terpisah dari tempatnya.
"Jika demikian, saya juga akan menyerahkan kepalaku"
"Aku juga"
Meskipun adegan ini tidak diatur sebelumnya, kedua bersaudara melangkah dan ikut maju. Aku sangat menghargai dukungan pribadi mereka, sekaligus....cemas lantaran mereka memutuskannya terlalu mudah. Bersamaan pemikiran itu....
"A-Aku juga!"
"Reese?! Bahkan kau??"
"Ane-sama, walau perasaanku tidak sebanding dengan Emilia dan Reus, tapi saya sangat mempercayai Sirius-san. Orang yang melatih kami hingga sejauh ini berkata dengan penuh keyakinan. Oleh lantaran itu, saya juga...."
"Reese...."
"Tolong. Tolong....percayailah Sirius-san!"
Reese pun mengumumkan hal yang sama. Dengan perasaan murni tanpa egoisme sedikitpun, beliau meminta kepercayaan Lifell-hime.
Kakaknya hanya bisa mendesah lega pada adik perempuannya.
"Haahh....lihatlah ini, Senia. Adikku telah sangat berkembang disaat saya tidak melihatnya. Ini membuatku agak kesepian"
"Ya, benar sekali. Reese-sama sudah tumbuh dengan hebat. Ini mungkin hasil dari bertemu mereka"
"Aku hanya ingin membantu Ane-sama, hal-hal menyerupai berkembang itu sedikit berlebihan...."
"Bukan begitu. Kau yang dulu sudah niscaya akan frustasi melihat kondisiku yang sekarang. Mungkinkah ini keyakinan yang diperoleh dari perasaan cinta?"
"Cinta?! K-Kau salah! Sirius-san sudah mempunyai Emilia!"
"Ara, cinta yaitu sesuatu yang perlu diperjuangkan. Sebagai saudaraku, itu takkan termaafkan kalau kau mengalah sebelum bertarung"
Sangat menyenangkan melihat abang beradik yang semakin bersemangat. Hanya saja, pelototan seorang laki-laki dengan armornya dipojokan membuatku ingin segera lanjut berbicara.
"Jadi, bagaimana dengan itu, Lifell-hime? Dapatkah Anda mempercayaiku dengan ini?"
"Empat orang, termasuk adik perempuanku yaitu sesuatu yang saya takkan bisa abaikan. Gelar sebagai pemimpin akan dipertanyakan kalau saya menolak ini, jadi....aku mempercayaimu"
"Hime-sama?! Tidak perlu menentukan keputusan berbahaya menyerupai itu! Bukankah penyihir yang mengusut anda menyampaikan bahwa tidak ada kelainan pada tubuh?!"
"Mereka memang bilang begitu, tapi tidak menyinggung apapun perihal aliran Mana yang mengganggu....itu sama saja dengan tidak tahu. Lalu, kenapa hanya Sirius-kun yang bisa tahu? Intinya, saya tetapkan ini lantaran Reese sangat mempercayainya"
"Bajingan! Selain Felice-sama, kau juga menciptakan gundah Hime-sama. Aku akan segera menyingkirkan---?!"
Begitu Melt hendak menarik pedangnya, Senia menyelinap ke belakang dan menusukkan sebuah jarum ke lehernya. Pria itu ambruk kemudian digeret ke ujung ruangan dan ditinggalkan sendirian. Kupikir ini menyedihkan, tapi untuk Penjaga Keluarga Kerajaan, bukankah beliau diperlakukan terlalu buruk?
"Jarum ini dilapisi Bubuk Tidur. Jadi, beliau takkan bangkit untuk sementara waktu"
"Bagus, Senia. Kalau begitu, tolong urus aku, Sirius-kun"
"....orang itu, apa beliau akan baik-baik saja?"
"Tidak apa-apa, ini juga bukan pertama kalinya. Pengawal Kerajaan sangat baik, kesetiaan mereka memang tinggi, tapi itulah yang menciptakan mereka terlalu ketat pada orang luar"
"Aku hanya merasa kasihan pada loyalitas luar biasanya"
"Ahh....begitu ya. Aku senang punya sahabat yang mempunyai pendapat serupa"
Lifell-hime melihat kedua bersaudara dan mulai memahami suatu hal. Yah, kesetiaan mereka sangat tinggi bahkan di mata seseorang dari keluarga kerajaan.
Begitu si pembuat keributan pergi, karenanya saya bisa melanjutkan pengobatan lantaran sudah mendapat izin dari orang yang bersangkutan.
Alat menyerupai bejana besar dan sebuah pinset telah siap di atas nampan perak yang biasanya digunakan untuk membawa makanan. Selanjutnya, saya menyentuh lengan Lifell-hime lagi untuk mengkonfirmasi benda asing itu. Senia kemudian mendekat dan menyerahkan saputangan kecil.
"Lifell-sama, ini saputangannya"
"Terima kasih, maukah kau menyumpalkan itu kedalam mulutku?"
"Ane-sama, kenapa saputangan?"
"Aku akan dipotong dibagian sini, kan? Itu niscaya akan sangat sakit, jadi saya harus menggigit sesuatu biar untuk menahannya*"
[Ini menyerupai ketika seorang wanita dalam proses melahirkan. Mereka ingin melampiaskan rasa sakit yang diterima dengan memeras/menggigit sesuatu]
"Itu tidak perlu. Aku akan menghapus rasa sakitnya dari sekarang, jadi Anda tidak akan merasakan apapun"
"Apa yang kau katakan....eh?"
Sambil menjelaskan hal-hal, mekanisme anestesi memakai Mana telah selesai. Dia takkan merasakan apapun di lengannya untuk sementara waktu. Sebagai percobaan, saya menusukkan jariku beberapa kali ke kulitnya. Lifell-hime hanya bisa terkejut ketika beliau tahu bahwa dirinya tidak bisa merasakan apapun.
"Apa ini? Aku benar-benar tidak bisa merasakan apapun bahkan dikala menggerakkan lenganku"
"Aku sudah melumpuhkan rasa sakit dan sentuhan anda memakai sihir. Seharusnya takkan ada duduk kasus kalau saya melaksanakan pembedahan sekarang"
"Seberapa hebatnya sihirmu ini?....Tidak, kini yaitu waktunya pengobatan. Aku sudah memutuskannya, jadi tolong segera mulai"
Kusarankan biar beliau lebih baik mengalihkan pandangan atau menutup matanya, tapi Lifell-hime menyatakan bahwa beliau ingin melihat prosesnya pribadi hingga final lantaran melibatkan dirinya sendiri. Aku menyiapkan bejana di bawah lengannya sementara Emilia memegang nampan tepat disampingku.
Sederhananya, pembedahan ini hanya butuh tiga langkah. Memotong, mengeluarkan, dan menyembuhkan.
Meskipun demikian, kalau topiknya perihal badan manusia, darah niscaya akan menyembur kalau daging terpotong terlalu banyak. Ini harus dilakukan dengan hati-hati namun cepat.
Aku mengikat lengan atasnya dengan {String} untuk membatasi aliran darah dan kemudian membelah kulitnya memakai Pisau Mithril yang telah disterilkan. Darah mulai mengalir ke dalam ember. Aku melebarkan potongannya dan menusukkan pincet ke dalam luka. Semua orang yang melihat, menelan air liur mereka.
"Ane-sama, apa kau baik-baik saja?"
"Aku yang dibedah, tapi kenapa kau yang tampak pucat? Meski begitu....aku benar-benar tidak merasakan apapun. Apakah ini akan kembali normal?"
"Jangan khawatir, Lifell-sama. Sirius-sama takkan pernah melaksanakan hal yang berbahaya"
"Kau sangat mempercayainya ya"
"Tentu saja. Perasaan ini hingga membuatku mau mempertaruhkan segalanya"
"Arara, ini nampaknya sulit"
Bahkan kalau tidak ada rasa sakit, beliau luar biasa lantaran terus berbicara dengan santai. Seolah tidak cemas ataupun ketakutan sedikitpun dalam situasi ini.
Aku menggerakkan pinset ke dalam luka sambil menghindari merusak pembuluh darah, dan karenanya memegang benda asing yang terlihat melalui {Scan}. Aku perlahan-lahan mengeluarkannya dan meletakkan itu di atas nampan yang dipegang Emilia. Sekarang, tinggal belahan terakhir.
"Reese, saya menyerahkan sisanya padamu"
"Iya"
Penyembuhan harus dilakukan sesegera mungkin, tapi tidak duduk kasus kalau saya meninggalkan perawatan terakhir itu kepada Reese. Setelah melepas tali dan membersihkan noda darah di kedua tanganku, saya juga membersihkan benda asing ini memakai handuk dari Senia.
Benda itu seukuran jari kelingking. Ketika seluruh noda merah lenyap, warna hijau muda pun terlihat.
Batu hijau....seperti yang kuperkirakan.
"Jadi hal ini yang masuk ke luka Lifell-ane"
"Sirius-sama, apa itu?"
"....Mana stone. Ini lebih murni dibanding yang saya beli"
Ukurannya kecil, tapi bisa dipastikan kalau ini 'Mana Stone' yang jumlah limpahan Mana-nya menciptakan Lifell-hime sakit. Mana yang memancar bisa menciptakan kondisi tubuhnya memburuk.
Dia terjatuh dari kuda kemudian lukanya terinfeksi oleh Mana Stone....itu bukanlah situasi yang bisa dengan simpel terjadi. Keadaan ini kemungkinan besar telah direncanakan. Pengobatan Reese selesai dikala saya memikirkan bagaimana harus menjelaskannya. Luka benar-benar hilang dikala darah diseka.
"Ane-sama, ini selesai tapi....bagaimana perasaanmu?"
"Yah....tubuhku agak lemas sedikit, tapi rasa sakit yang mengganggu itu sudah lenyap"
Senia meremas handuk dengan air panas untuk menyeka darah dan keringat Lifel-hime. Sang putri kemudian membenarkan kondisinya dan mengangguk puas.
Staminanya takkan segera pulih, tapi itu bukan duduk kasus lantaran benda asing yang mengikis tubuhnya sudah hilang.
"Anda telah kehilangan banyak darah, jadi tindakan ceroboh dan berat sangat dilarang. Kekuatan fisik harusnya akan berangsur-angsur pulih kalau beristirahat selama beberapa hari. Tolong mengkonsumsi kuliner bergizi dan istirahatlah dengan baik"
"Aku punya banyak hal yang ingin dikatakan. Tapi pertama-tama, izinkan saya mengucapkan ini. Terima kasih, Sirius-kun"
"Terima kasih banyak dikarenakan telah menolong Lifell-hime"
Tidak jelek juga mendapatkan ucapan syukur dari seorang putri kerajaan dan petugasnya. Ketika menoleh kesamping, Emilia dan Reus mengangguk seolah berkata insiden ini sudah wajar. Di lain sisi, Reese menggenggam tanganku dengan ekspresi terharu di wajahnya.
"Sirius-san, terima kasih banyak untuk bantuanmu pada Ane-sama. Aku sangat senang....telah bertemu denganmu"
"Majulah dan dorong beliau ke bawah! Sekarang yaitu kesempatanmu!"
"Apa yang kau katakan, Ane-sama?! Aku hanya menghormati Sirius-san sebagai Shishou!"
"Lalu kau pernah berkata kalau punggungnya lebar dan semacamnya?*"
[Kalo tidak salah ini merupakan ungkapan seorang gadis yang berarti mereka telah menemukan orang yang bisa diandalkan sekaligus ingin dipeluk dari belakang. Jatuh cinta pada orang yang bisa beliau buat materi sandaran. Gitu lah....Komen aja kalau saya salah ya]
"Aku hanya berpikir kalau dari punggungnya saja, orang ini sudah terlihat bisa diandalkan....Hei, apa yang kau buat saya katakan?!"
"Kau kan yang mengatakannya sendiri?"
Melt terbangun lantaran ruangan yang menjadi semakin berisik, tapi kecemasannya akan kondisi Lifell-hime lenyap. Persoalan perihal pelaku yang memasukkan 'ManaStone' tetaplah ada. Hanya saja, ini yaitu duduk kasus mereka, bukan hal yang harus kuhadapi.
Yah, intuisi tajam Lifell-hime mungkin bisa segera menemukan penjahatnya.
∆∆∆
Bagian 2
Setelah itu, kami minum teh bersama semua orang kemudian kembali ke pondok berlian. Reese masih ingin tinggal untuk mencari pelakunya, namun bujukan Lifell-hime berhasil menciptakan gadis ini naik kereta dengan enggan untuk pulang ke asrama sekolah. Dia terus mengembungkan pipinya semenjak beberapa waktu kemudian dalam suasana hati yang buruk, tapi hening sehabis berbicara dengan Emilia dan tertawa sekarang.
"Aniki, bagaimana dengan makan malam hari ini?"
"Yah....Reese, bisakah kita pergi ke perusahaan Galgan memakai kereta ini?"
"Tidak masalah. Apa kita juga akan kembali ke pondok berlian dengan cara yang sama?"
"Kembali ke sekolah memakai kereta keluarga kerajaan niscaya akan memunculkan keributan. Tapi itu berbeda kalau kita turun di perusahaan galgan dan kemudian pulang dengan berjalan kaki menuju pondok berlian"
Takkan ada yang asing kalau anggota keluarga kerajaan mengunjungi sebuah perusahaan besar, daerah itu bisa menjadi titik epilog yang pas. Selain itu, saya juga punya sesuatu untuk dibeli dari perusahaan Galgan.
"Aku ingin membeli daging nanti. Membuat Roast Beef dari daging yang enak menyerupai beberapa hari yang lalu, Reese mungkin ingin memakannya?"
"Benar juga. Daging itu sangat lezat. Reese, kau harus mencobanya"
"Waah....selezat itu kah?"
"Aku bahkan bisa memakannya berkali-kali lantaran rasanya yang sungguh enak!!"
"Mungkin kalian juga mau yang dalam bentuk rebusan? Kita bisa menaruh banyak sayuran dan memasaknya bersama"
"""Setuju!!"""
Setelah itu, Zack terkejut dikala kami turun dari kereta di perusahaan Galgan. Kami kemudian kembali ke pondok berlian dan menikmati makan malam.
Reese berkata bahwa hidangan di daerah kakaknya memang lezat, tapi menurutnya di sini yaitu yang terbaik. Dia sangat senang ketika makan. Itu membuatnya lebih menyerupai orang biasa daripada bangsawan.
Ada banyak sekali masalah, tapi Lifell-hime telah diselamatkan dan kehidupan kami kembali normal, tanpa terpengaruh oleh sisi gelap kerajaan.
∆∆∆
....Itulah yang kupikirkan, tapi topik ini* ternyata belum berakhir.
[Maksudnya topik keluarga kerajaan]
Dua hari kemudian, saya berkunjung ke daerah Lifell-hime lagi.
Kali ini, beliau memanggilku secara pribadi bukan melalui Reese. Lifell-hime tertawa dan tersenyum ketika kami bertemu dan duduk di sofa. Ngomong-ngomong, saya harus menolak Emilia dan Reus untuk ikut ke pertemuan ini. Mereka dibiarkan berlatih sendirian di pondok berlian.
"Selamat datang, Sirius-kun. Aku minta maaf dikarenakan telah memanggilmu"
"Tidak masalah. Daripada itu, anda terlihat lebih sehat sekarang"
Berbeda dengan dikala dirawat, beliau kini terlihat sangat bersemangat. Wajahnya yang pucat kembali merona, tubuhnya terbungkus gaun dalam ruangan dengan rambut tertata cantik. Dia kini terlihat layaknya putri yang anggun.
"Reese, maaf, tapi bisakah kau pergi dari sini sebentar? Tak perlu memasang wajah menyerupai itu. Aku tidak akan menyakiti Sirius-kun"
"Benarkah? Aku hanya curiga lantaran kau hanya mau berbicara dengan Sirius-san"
"Hanya membahas topik yang agak rumit. Tenang saja, saya takkan merebutnya darimu. Pergilah dan nikmati camilan manis bersama Senia dan Melt"
"Kau memperlakukanku menyerupai anak kecil lagi! Hhmm.....jika Ane-sama memaksa, saya akan pergi. Hanya saja Sirius-san, tolong jangan dengan simpel baiklah kalau beliau menyampaikan hal yang aneh"
"Tidak apa-apa, Reese-sama. Ayo, kini saya akan menciptakan camilan manis yang pernah diajarkan oleh Emilia, anda bisa menjadi orang yang mencicipinya"
"....Apa boleh buat kalau begitu"
"Kau sangat jujur ya. Hei Melt, kau juga. Ikutlah dengan mereka"
"Aku mengerti"
Reese yang sempat menelan air liurnya, petugas Senia dan si Penjaga keluarga kerajaan pun menghilang. Hanya tersisa dua orang di kamar ini, sang putri dan aku.
Hmm, dipikir-pikir lagi ada yang lucu dari reaksi Melt. Dia begitu gampangnya mengikuti Reese keluar dan meninggalkan Lifell-hime tanpa berucap protes apapun. Tatapannya tajam menyerupai biasa, namun kesan permusuhan dari pertama bertemu telah benar-benar hilang.
"Pria itu biasanya memandang kami sebagai musuh, tapi kini beliau tidak mengecewakan tenang"
"Maaf perihal apa yang terjadi lantaran Melt beberapa hari yang lalu. Aku tidak ingin kau menganggapnya jahat. Dia hanya cemas lantaran memikirkan kondisi fisikku yang penyebabnya tidak diketahui bahkan ketika banyak sekali penyihir dan dokter datang. Itulah kenapa kata-katanya menjadi kasar. Tapi sehabis saya sembuh, beliau mulai bisa melaksanakan tugasnya dengan baik lagi. Melt memang diam, tapi beliau sungguh menghargai hal yang kau lakukan untukku"
Apa loyalitas tingginya ditentukan dari kesetiaan terhadap pekerjaan? Terlebih lagi, Melt tampaknya seumuran dengan Lifell-hime. Firasat kecilku menyampaikan bahwa pandangannya itu tidak menyerupai bawahan yang melihat atasan. Sebelum menjadi Penjaga Keluarga Kerajaan, mungkin mereka merupakan kenalan....teman masa kecil, atau hal semacam itu? Suatu hari nanti, saya ingin mencoba untuk lebih dekat dengannya.
Tapi, bukankah kini daerah ini jadi rentan terhadap pembunuhan? Tidak, beliau tidak mungkin mempunyai niat menyerupai itu. Yah, apa boleh buat kalau saya mulai waspada. Di kehidupanku dulu, ini yaitu hal wajar.
Padaku yang terlalu khawatir dengan hal-hal sepele, Lifell-himemulai menjelaskan dengan wajah sedikit lebih serius.
"Ada beberapa hal yang ingin kusampaikan. Pertama, saya tahu penjahat yang menanamkan Mana Stone kedalam lukaku"
Dia berbicara perihal kebenaran di balik insiden tersebut.
Dari ceritanya, pelaku yang meracuni Lifell-hime memakai Mana Stone yaitu penyihir laki-laki yang merawatnya dikala terjatuh dari kuda. Dia yaitu penyihir pribadi Pangeran Dilaff yang berada di urutan ketiga dalam kenaikan takhta.
Hanya saja, penyihir tersebut tidak tahu imbas dari Mana Stone ketika terselip di dalam tubuh. 'Orang yang berada di atasnya' hanya memberitahu kalau beliau bisa naik peringkat kalau bisa menyembuhkan seseorang memakai itu. Dan tepat ketika sasaran yang muncul yaitu si putri, diapun memakai Mana Stone tanpa ragu.
Si pelaku memang tidak mengetahui apapun. Dia tidak meragukan apapun dan hanya yakin kalau dirinya sedang melaksanakan hal baik.
Dan, yang memberinya 'Mana Stone' ini adalah....bangsawan yang bertugas di bawah pangeran Dilaff. Ternyata manastone kali ini merupakan barang yang sangat mahal lantaran aliran Mana khasnya. Jadi, kalau seseorang melacak asal dari uang yang digunakan untuk membeli itu, beliau akan hingga pada darah biru tersebut.
"Kabar dari penyihir inipun menghilang sehabis beliau memasukkan manastone ke tubuhku. ketika dicari, beliau ditemukan telah 'disingkirkan' oleh tangan bangsawan. Hal itu mungkin terjadi bahkan sebelum kondisi fisikku memburuk. Singkatnya, pelaku yang orisinil yaitu si bangsawan. Sepertinya beliau berharap biar Dilaff-niisan bisa naik takhta"
"Lalu, kenapa Lifell-hime yang berada di barisan pertama untuk naik tahta? Bukankah seharusnya saudara tertua anda yang lebih berhak?"
"Jika kau mempunyai pemikiran bahwa wanita tidak seharusnya berada di atas, itu memang benar. Hanya saja, kini merupakan waktuku untuk naik tahta. Anggaplah ini sebagai hasil dari banyaknya darah biru Elysion yang malah menginginkan Ratu. Ngomong-ngomong, perihal si pelaku, saya sudah mengirimkan jasus dan menemukan segunung bukti. Sangat menarik melihat keramaian yang timbul ketika itu dilaporkan pada raja"
Kelihatannya beliau sudah mendapat banyak sekali bukti dan memberitahukannya pada raja. Tak lama kemudian, darah biru inipun ditangkap di kediamannya. Sekarang sedang didiskusikan apakah pelakunya akan di eksekusi, atau dibuang dari Elysion.
Dia menuntaskan keseluruhan dongeng dengan ekspresi puas di wajahnya, tapi saya masih agak bermasalah. Maksudku adalah....
"....Kenapa anda menyampaikan semua ini padaku? Aku tidak ingin terlibat, jadi tak perlu menyampaikan semua itu"
"Kau punya hak untuk tahu lantaran berkatmu, saya bisa memahami sepenuhnya situasi yang ada. Namun, itu bukan alasan utama untuk memanggil Sirius-kun"
Aku tahu kalau beliau menyebarkan belakang layar keluarga kerajaan untuk membuatku lebih berhati-hati. Aku mulai mengerti apa yang beliau targetkan. Setelah mengambil napas di sela-sela perkataannya, Lifell-hime mengulurkan tangan padaku dan mengumumkannya.
"Sirius-kun, saya memanggilmu kemari untuk meminta satu hal. Maukah kau bergabung dengan faksiku sehabis lulus?"
Kaprikornus begitu ya. Aku bisa melihat manastone yang bahkan tak disadari orang lain dengan sihir asliku sendiri, beliau juga mengerti kalau kemampuan Reese semakin hebat lantaran pengajaranku. Dilihat dari kepribadian, saya memang telah memperkirakan bahwa beliau akan merekrutku, tak tak kusangka itu akan terjadi sehabis hanya pertama kali bertemu. Apa lantaran kecerdasannya atau mungkin beliau hanya nekat.
"Aku bisa menyampaikan apapun yang saya mau. Tapi tidakkah ini akan diragukan lantaran saya masih anak-anak? Lagipula, Apa boleh merekrut rakyat jelata?"
"Kemampuanmu terperinci lebih unggul meskipun berupa anak kecil. Juga, saya mengerti bahwa kau yaitu orang yang lembut, itu bisa di mengerti ketika melihat Reese dan kedua petugasmu"
"....Aku hanya menyerupai itu didepan murid-muridku. Takkan ada belas kasihan untuk musuh"
"Itulah orang yang saya inginkan. Kebaikan tidak akan bisa melindungi tujuanku. Kekuatan mutlak diperluka. Aku ingin kau masuk ke faksi ku lantaran kau memahaminya"
Lifell-hime tidak melihat sosok kecilku, melainkan sosok seorang lelaki yang bisa melaksanakan banyak hal. Ini tidaklah buruk, tapi saya tidak punya niat untuk melayani keluarga kerajaan. Aku ingin mempelajari banyak sekali hal dengan berkeliling dunia.
"Ini yaitu pembicaraan yang sangat terhormat bagi jelata sepertiku, tapi saya berniat melaksanakan perjalanan dikala lulus. Lagipula, ada hal perihal Emilia dan Reus"
"Tentu saja, kau boleh mengikutsertakan keduanya. Jika mau, kau juga bisa mengambil Reese"
"Tolong jangan menyerahkan adik perempuanmu selayaknya barang bonus"
"Kurasa takkan duduk kasus bahkan kalau kau rakyat jelata. Gadis itu tampaknya kurang puas dengan keadaan disini, saya yakin Sirius-kun bisa membuatnya lebih bahagia"
"Itu juga menarik, tapi....maaf, saya harus menolak"
Lifell-hime mendesah seakan mengalah pada sikap keras kepalaku. Membawa adik perempuannya yaitu sesuatu yang tak terduga, tapi setidaknya saya ingin mengkonfirmasi sesuatu darinya.
"Haahh....sangat disesalkan membiarkan orang berbakat sepertimu pergi. Aku akan mengalah kali ini, tapi maukah kau mempertimbangkannya lagi sehabis berkeliling dunia?"
"Walaupun saya tidak tahu berapa tahun itu akan berlangsung?"
"Tidak masalah. Aku akan menjadi Ratu untuk negara ini dan menciptakan Elysion semakin besar. Tempat ini akan jadi sangat menakjubkan hingga kau yang akan tiba dan meminta bergabung denganku"
Jauh dari menyerah, Lifell-hime benar-benar terbakar dengan semangat juang. Hubunganku dengannya cukuplah pendek, tapi saya bisa mengerti bahwa dirinya mempunyai kekuatan untuk berdiri di puncak dan secara fleksibel mendapatkan hal-hal baik dan buruk. Seiring berjalannya waktu, Elysion mungkin akan berkembang sejauh deklarasi barusan.
Di duniaku dulu, bekerja di balik layar yaitu hal yang sering dilakukan. Namun saya tidak ingin lagi menjadi bawahan seseorang menyerupai kehidupanku sebelumnya. Mungkin bagus juga, tapi itu bergantung pada apa yang akan terjadi di masa depan.
Yah, ini dongeng yang benar-benar panjang. Untuk sekarang, ayo buat korelasi baik dengan abang Reese. Aku kemudian mengambil kotak kayu yang saya bawa.
"Karena terakhir kali saya tiba dengan tangan kosong. Kali ini, saya membawa sesuatu"
"Aku jadi penasaran. Aku berharap sesuatu yang luar biasa"
"Setelah dua hari perut, anda sudah pulih kan? Kaprikornus saya menciptakan kue"
Aku menyimpan sebuah shortcake manis di dalam kotak. Terdapat deretan bundar sihir untuk menjaga suhunya tetap rendah yang saya pelajari di sekolah. Karena Reese pernah membawanya beberapa kali di masa lalu, ini bukan waktu pertama Lifell-hime memakannya, tapi matanya berkilau begitu beliau mengkonfirmasi penampilan camilan manis itu.
"Kue sebesar ini....selolah mimpi saja"
"Ayo kita belah untuk belahan Senia dan Melt. Hime-sama menyampaikan kalau beliau menyukai shortcake, tapi bagaimana dengan cheesecake?"
"Cheesecake? Aku belum pernah mencobannya"
"Eh, Reese harusnya membawa itu kesini satu atau dua kali tapi....mungkinkah beliau menghabiskannya dalam perjalanan pulang?"
Nafsu makannya terkadang tak tertandingi. Kemungkinan besar camilan manis favoritnya yaitu cheesecake. Aneh, mana mulai meluap dari Lifell-hime hanya lantaran mengetahui hal itu.
"Benar....sepertinya perlu berbicara dengan anak itu"
Dendam atas kuliner itu menakutkan. Dan terlebih lagi pada wanita dengan hal-hal manisnya. Aku tidak bermaksud untuk menghentikannya lantaran ini yaitu kesalahan Reese sendiri.
Sambil menunggu waktu hitung mundur untuk Reese yang masih berlanjut....seseorang tiba-tiba masuk
"Lifell-sama! Ada masalah!"
Disaat saya memotong camilan manis ini, Senia menerobos masuk. Kupikir tindakan barusan bukanlah hal sopan untuk seorang petugas, tanpa mengetuk pintu kemudian masuk ke kamar pribadi master meskipun urusannya mendesak. Dari wajah Senia, beliau terlihat tidak sabar.
Ungkapan terpesona melihat camilan manis hingga beberapa detik yang kemudian pun hilang. Lifell-hime kemudian merubah ekspresinya menjadi serius, kemudian menegur Senia.
"Senia, kau lupa mengetuk pintu dan memberi salam. Tidak.....apakah ini merupakan kasus yang serius?"
"Maafkan aku. Sebenarnya ..."
Setelah meminta maaf, Senia mendekatkan mulutnya pada Lifell-hime dan mulai membisikkan sesuatu. Ketika mereka memperlakukanku menyerupai orang luar, saya hanya melanjutkan pemotongan kue....tapi lantaran rasa ingin tau indra pendengaranku menajam dan mengarah ke bisikan mereka. Setelah mendengar sesuatu, saya pribadi mengaktifkan {Search}"
"Apa yang kau katakan?"
"Itulah kenyataanya. Sudah bisa dipastikan bahwa beliau yaitu utusan lantaran mempunyai simbol Raja"
Lifell-hime cukup terkejut hingga menciptakan dirinya berteriak, tapi itu bukanlah salah dengar ketika saya mengusut hasil {Search}. Dia mulai berpikir dengan wajah pahit, tapi begitu menyadari keberadaanku, beliau pribadi melunakkan ekspresinya.
"Maafkan aku, Sirius-kun. Meski kau gres saja datang, lantaran ada hal yang perlu secepatnya kuurus, kau tidak akan keberatan kalau kita mengakhiri pertemuan hingga disini kan?"
"Apa lantaran Reese diculik?"
Dia melamun di kondisi itu. Lifell-hime kaget dan agak tertunda dikala membalas. Pada karenanya beliau berubah serius dan menatapku.
"Ini yaitu pembicaraan yang bekerjasama dengan keluarga kerajaan. Tidak baik kalau kau hingga menguping"
"Aku mengerti kalau gadis itu diculik, tapi apakah yang menculiknya saudara anda atau sang raja?"
Reaksi yang kuperoleh dari {Search} menyampaikan bahwa kereta yang membawa Reese sedang bergerak menuju kastil raja. Lifell-hime tidak menyangkal apapun. Sepertinya saya tidak salah kalau ini bekerjasama dengan keluarga kerajaan.
"Kau takkan bisa kembal kalau menelusuri ini lebih dalam, kau tahu? Walaupun diriku berada di baris pertama untuk naik takhta, masih ada batas seberapa jauh saya bisa melindungi seseorang"
"Tidak masalah. Aku mempunyai hak untuk tahu lantaran beliau yaitu muridku"
"Apa itu kata-katamu sebagai rakyak jelata? Jika terus begini kau akan memusuhi keluarga kerajaan"
"Kalau itu diperlukan, maka akan kulakukan. Selama lubuk hati Reese tidak yakin, saya akan bergerak dan memusuhi siapapun"
"Apakah ini....karena kau mencintainya?"
"Mungkin sedikit berbeda. Sebagai Shishou, sebagai seorang pria, saya ingin melindungi siapapun yang bagiku penting. Jika tidak bisa melakukannya, itu berarti diriku hanyalah sampah"
Berkat kenangan dari kehidupan sebelumnya, saya bisa berlatih secara efisien dan memperoleh limpahan kekuatan hingga sekarang. Oleh lantaran itu, saya akan mempercayai diri sekaligus pendirianku. Aku berniat mencapai apapun yang telah ku putuskan.
Ini cara yang agak pengecut untuk dikatakan, tapi ekspresi keras Lifell-hime 'hancur' kemudian beralih untuk tersenyum kecut.
"Aku tolong-menolong ingin kau berkata bahwa itu yaitu cinta. Tapi, begini saja sudah cukup. Aku mengerti kalau Reese merupakan orang yang penting bagimu"
"Sama halnya dengan Hime-sama, kan?"
"Tentu saja. Aku berada dalam keluarga yang isinya hanya laki-laki ketika karenanya seorang adik wanita muncul. Selain itu, beliau imut dan jujur. Aku sempat berpikir untuk menempatkannya didekatku sebagai dokter pribadi ketika saya menjadi seorang Ratu. Yah, begitulah alurnya sebelum bertemu denganmu"
Putri sebuah kerajaan menjulurkan lidahnya sambil sedikit bercanda. Sifat orisinil wanita ini harusnya muncul dikala bekerjasama dengan Reese.
"Jadi, Sirius-kun saya mungkin tak bisa menolongmu, tapi saya masih bisa menjelaskan situasinya"
"….Terima kasih banyak. Tolong beritahu saya hingga ke rincianya"
"Lifell-sama, apa ini baik-baik saja?"
"Tidak masalah. Dia takkan mundur bahkan kalau saya membisu dan tidak menyampaikan apapun. Andaikan saya berada berada di posisi yang sama, saya mungkin telah meraih kerah beberapa orang untuk setidaknya memperoleh informasi"
"Aku setuju. Aku mungkin juga akan mengejar Reese-sama"
"Ya kan? Kalau begitu, Sirius-kun, orang yang menculik Reese kali ini yaitu Otou-sama.....Raja Elysion, Cardeas. Lebih tepat dikatakan bahwa raja tetapkan komando lantaran ada simbol kerajaan yang terpasang"
"Sepertinya ini takkan hingga menyangkut nyawa, tapi kenapa Reese diculik? Dan, apa yang beliau ingin kita lakukan?"
Apa yang Reese mau? Bagiku, itu belahan yang paling penting. Aku tidak bermaksud campur tangan kalau dari lubuk hati, gadis itu menginginkannya dan untuk kebahagiaannya sendiri. Tapi menilai dari ekspresi Lifell-hime, ini tidak mungkin terjadi.
"Itu hampir tidak mungkin untuk menebak yang dipikirkan Reese. Lagi pula, alasan beliau dibawa pergi adalah...."
Dia mungkin tidak ingin membicarakanya. Sementara Lifell-hime berjuang untuk memutuskan, karenanya beliau berhenti sebentar kemudian menegakkan kepalanya dipenuhi tekad.
"....untuk menikahi seorang bangsawan"
∆∆∆
Bagian 3
"Apa maksudnya dengan ijab kabul itu, Aniki?!"
Aku kembali ke sehabis mendengar rinciannya dan memberi tahu kedua bersaudara perihal situasi Reese.
Merela terkejut dikala mendengar perihal pernikahan, bahkan kemarahan Reus membuatnya memukul meja lantaran tidak bisa menahannya. Ekspresi Emilia juga serius, tapi beliau masih bisa menenangkan diri dan Reus.
"Tenanglah, Reus. Sirius-sama belum selesai bicara"
"Ughh....maafkan aku, Aniki"
"Jangan khawatir, saya juga mengerti perasaan kalian. Kudengar, Reese dipanggil oleh Raja untuk menikahi seorang darah biru dan kini berada di istana"
Saat terakhir saya mengonfirmasi keadaanya, beliau berada di sebuah ruangan di lantai atas benteng. Tidak ada penjara bawah tanah di daerah menyerupai itu. Kupikir keamanannya masih terjamin.
Ketika saya mencoba mengusut lokasi Reese sekali lagi, Emilia mengangkat tangan dan mengajukan pertanyaan.
"Sirius-sama, kenapa Reese dipaksa menikah? Bahkan kalau itu yaitu keluarga kerajaan, saya pikir beliau terlalu muda untuk menikah"
"Meskipun disebut pernikahan, lebih tepat dikatakan bahwa ini yaitu upacara pertunangan. Kesepakatan bersama antara kedua keluarga untuk menentukan prospek masa depan. Usia tidak duduk kasus lantaran acaranya sendiri mempunyai tujuan utama untuk mengumpulkan para saudara di keluarga kerajaan"
Acara ini hampir menyerupai dengan upacara ijab kabul lantaran mempunyai proses yang sangat resmi. Jika dilakukan, ijab kabul diputuskan dan sekitar akan mengetahuinya. Dalam kehidupanku sebelumnya, ini menyerupai memberi materai pada lembar registrasi pernikahan. Jadi, apa kau mau menikah lagi dikala tumbuh dewasa? Meskipun ini yaitu nalar sehat dalam kehidupanku sebelumnya, ini masihlah pembicaraan yang sulit*.
[Anggap saja kalau Reese mau nikah siri. Gitu aja kok repot -_- ]
"Dan tampaknya alasan Reese terpilih yaitu sebagai pengganti Lifell-hime"
Pasangannya yaitu seorang darah biru terkemuka di Elysion yang sang Raja sendiri akui keunggulannya. Tampaknya ini sebagai bentuk kontrak dari keluarga kerajaan untuk lebih memperkuat persatuan antara kedua belah pihak. Awalnya, Lifell-hime lah yang harusnya menjadi pengantin di upacara tersebut, namun planning itu terpaksa dihentikan lantaran dirinya sakit. Akan tetapi, fakta perihal kondisinya malah disembunyikan dan Reese dibawa untuk menggantikannya oleh keputusan Raja.
Dia dipaksa untuk melakukannya, tetap saja Reese lah yang menanggung bebannya!....setelah menyampaikan itu, Lifell-hime bersiap pergi keluar diiringi kemarahan. Mungkin kini beliau sudah berangkat ke istana dan menanyakan Raja.
"(Aku niscaya akan mencegah ini. Kaprikornus tunggulah kembalinya Reese, Sirius-kun)"
Dia telah menyampaikan banyak sekali hal, tapi tampaknya wanita ini memang tidak ingin melibatkanku dalam kemelut keluarga kerajaan. Karena ingin mengetahui tolong-menolong dari maksud 'terpilihnya' Reese, beliau memintaku untuk bertahan dan menunggu sambil menundukkan kepala....akupun hanya bisa menerimanya.
Ketika penjelasanku selesai, kedua bersaudara menghadapkan wajah agak gundah padaku. Kelihatannya perasaan mereka telah menjadi tenang.
"Kurasa tidak apa-apa kalau Lifell-sama mengatakannya secara pribadi, tapi...."
"....Bagaimana kalau beliau tidak bisa menghentikannya, Aniki?"
Aku juga khawatir perihal hal yang sama.
Firasatku berkata bahwa upacara ini sangat mencurigakan. Acaranya sendiri mempunyai jadwal yang mendesak, yaitu besok malam. Persoalan perihal Reese yang merupakan anak haram juga akan disembunyikan hingga waktu upacara tiba. Aku bisa merasakan kalau sesuatu yang hebat telah terstruktur, jadi kemungkinan untuk menghentikan ini cukup lah rendah.
Tapi....lebih jauh lagi, ini perihal Reese. Dia dipanggil oleh sang raja dan terpilih untuk menggantikan kakaknya. Jika menolak, Lifell-hime yang akan melaksanakan kiprah itu. Kurasa beliau terdesak lantaran tidak punya pilihan lain.
"....Aku butuh persiapan"
Yang akan saya lakukan bukan untuk menyelamatkan Reese, melainkan untuk mengetahui 'maksud sebenarnya'.
Aku akan bersiap malam ini dan menyusup ke benteng. Pertama, bertanya pada Reese mungkin lebih sulit dari yang di perkirakan. Bisa saja beliau bersikap keras kepala hingga hari yang ditentukan tiba sambil menyembunyikan niat sebenarnya*. Oleh karenanya, waktu 'itu' akan menjadi waktu yang tepat untuk menyusup dimana mentalnya berada di tingkat yang paling rapuh. Tak ada jalan lain.
[Contohnya : alasan sesungguhnya Reese menyetujui keputusan ayahnya]
Namun....Jika beliau memang menolak upacara ini....
"Aniki....kalau begitu!"
"Seperti yang diharapkan dari Sirius-sama!"
"Yah, saya akan menyusup tepat dikala upacara berlangsung. Untuk memastikan ini, saya akan bertanya kepada kalian. Apa kalian siap untuk memusuhi keluarga kerajaan?"
"Sesulit apapun itu, ayo lakukan! Bahkan kalau lawannya yaitu Raja, saya akan memihak Reese"
"Tempat terbaik Reese-ane yaitu di samping Aniki!!"
Ungkapan keduanya dipenuhi tekad kuat. Akupun mengangguk puas ketika sadar bahwa tirai malam telah jatuh dan menggelapkan bumi. Tujuan kini yaitu perusahaan Galgan. Kami harus bersiap menghadapi hari esok.
"Haruskah aku....bertindak agak keras besok?"
Di perjalanan, kedua bersaudara mengangguk dengan senyum lebar pada gumamanku.
∆∆∆Chapter 40 berakhir disini∆∆∆
>Catatan Penulis : Hanya sedikit orang yang mengetahuinya, tapi saya sempat satu kali mengganti chapter yang orisinil dengan yang ini beberapa jam sebelum diposting. Aku tetapkan untuk mengubah chapter lantaran yang sebelumnya terkesan buruk.
Judul sebelumnya yaitu 'Pemberontakan pada Keluarga Kerajaan'. Setelah Lifell menceritakan perihal Manastone, Melt akan masuk ke ruang pribadinya bersama Gregory dan menyandera Reese. Leher gadis itu akan di pasangi kerah perbudakan, yg kemudian akan dibebaskan oleh Sirius. Terakhir, jalan dongeng pun beralih untuk membahas perihal perbudakan.
Jika kau memahami hal-hal yg ada di dongeng itu, kau akan mengerti. Sungguh menyedihkan andai seorang yg pernah menjadi distributor terkuat didunia mempunyai sikap terlampau asing tanpa dikemas dengan baik. Penulis ini memang tidak berguna, sangat menghawatirkan, banyak belahan dari chapter pun dihapus lantaran terlalu jelek dan ditulis ulang.
Ada banyak sekali poin bagus dari chapter yang asli, namun penjelasannya sangatlah kurang. Kupikir, itu masuk akal sebagai hasil dari percobaan pertama dari seorang pemula. Yah, walaupun saya sudah lupa menyerupai apa percobaan pertamaku ku dulu.
Karena ada wangsit dongeng lain yang bisa digunakan, akupun berencana menjadikannya alasan untuk mengingatkan diri perihal kenapa saya menciptakan konten semacam itu.
Dan untuk perubahannya....Chapter yang orisinil telah di tulis ulang, kekacauan itupun diubah dalam bentuk wangsit dongeng lain.
Sudah muncul banyak jadwal untuk Update novel ini. Kaprikornus saya akan senang kalau kau mengeceknya nanti.
>Catatan Penerjemah : ....Aku benci dongeng yg terlalu banyak politiknya. Entah kenapa saya hingga mengingat novel Hachinan tte walaupun tahu Arc ini tidak separah itu. Untuk bisa menerjemahkan perihal politik, saya harus benar2 memahami seluk beluknya -_- dan itulah belahan yg menyebalkan. Karena saking puyengnya, kalian bisa menyebut chapter ini sebagai Kurang sempurna....aku tidak yakin apa yg kuterjemahkan benar atau tidak. Aku hanya berharap kalian bisa paham intinya. Btw catatan penulis diatas agak mengejutkan. Aku jadi ingin membaca versi chapter yg dulu. Seberapa parahnya tingkah laris Sirius disana....
Ke Halaman utama World Teacher
Ke Chapter selanjutnya
Sumber http://ifunnovel.blogspot.com/
Diterjemahkan oleh
Bagian 1
"Ada benda asing di dalam diriku? Tapi, saya tidak merasakannya?"
"Ukurannya sangat kecil, itulah kenapa tidak menimbulkan rasa asing pada tubuh. Tempatnya....disekitar sini"
Aku menunjuk belahan tengah lengan atas Lifell-hime. Hasil investigasi {Scan} menyampaikan adanya reaksi Mana dari sebuah benda asing di titik itu.
"Apakah Anda pernah terluka baru-baru ini?"
"....Iya. Beberapa waktu yang kemudian saya sempat terjatuh ketika menunggang kuda, kemudian terluka oleh sebuah kerikil dibawahnya"
Jatuh dari seekor kuda....Betapa agresifnya putri ini. Namun, bekasnya bahkan tak ditemukan meski beliau berkata lukanya cukup dalam.
Senia melihat-lihat bekas bekas luka Lifell-hime sambil tersenyum pahit. Mungkin beliau sedang mengingat-ingat kejadiannya.
"Kami panik dikala itu. Melihat Darah Lifell-sama terceceran menciptakan semua orang tidak sabar dan memanggil penyihir terdekat"
"Aku juga panik ketika mendengarnya. Sudah kukatakan berkali-kali, tapi tolong lebih berhati-hatilah, Ane-sama"
"Auuhh, maaf ya. Namun, saya selamat lantaran sihir Reese juga menghilangkan bekas lukanya. Jika seorang putri mempunyai bekas luka, itu akan tampak jelek bagi masyarakat"
"Seperti yang diduga dari Reese. Ini sudah setingkat dengan Sirius-sama"
Sesuai ucapan Emilia, kulit Lifell-hime sangatlah indah. Takkan ada yang menduga bahwa tubuhnya pernah tergores sedikitpun.
"Mampu melaksanakan sebanyak itu, Reese, kemampuanmu sudah sangat meningkat. Ini merupakan bukti bahwa kau telah memanfaatkan dengan baik apa yang telah di pelajari"
"Itu....semuanya berkat Sirius-san"
"Bekas lukaku juga lenyap berkat Reese-ane"
Ini cara yang jelek untuk mengatakannya, tapi badan Reus dulu sering dijadikan subjek latihan sihir penyembuh. Reus yang sering terluka lantaran latih tanding denganku merupakan suatu bentuk kesempatan untuk melatih Reese biar bisa menyembuhkan bebagai jenis luka. Ini juga sebagai trik biar keduanya bisa semakin akrab. Memang butuh waktu hingga mereka bisa sedekat yang sekarang, tapi Reus karenanya memanggil Reese tanpa sebutan kehormatan hanya dalam beberapa hari.
"Daripada itu, ada luka di titik ini kan. Apa terjadi pada hari sebelum kondisinya mulai menjadi buruk?"
"Benar. Tentu saja, banyak sekali penyihir dan dokter yang dipanggil untuk memeriksaku juga mengira itulah penyebabnya. Namun, semua dari mereka menyampaikan bahwa tidak ada yang asing dari lenganku. Karena sadar kalau Mana-ku lah yang terganggu, saya mulai berpikir untuk memakai metode lain"
"Dari pemeriksaanku, badan Lifell-hime tidak mempunyai kelainan kecuali pada lengan ini. Mungkin penyebab kondisi fisik Anda yang jelek yaitu benda asing tersebut"
Reaksi Mana pekat bisa terasa dari benda asing itu. Mana yang dipancarkan berbeda dari Mana Lifell-hime sendiri, mungkin itulah yang meracuni dan mengikis tubuhnya. Sihir penyembuh memang berhasil melenyapkan rasa sakit, tapi itu hanya sekedar memberi pertolongan sementara dengan cara menutupi aliran Mana benda asing. Tapi, lantaran penyebabnya tidak disingkirkan, Mana kembali bocor dan menciptakan kondisinya memburuk lagi. Perempuan itu akan terus menderita tak peduli berapa kali beliau disembuhkan.
Meski telah menjelaskan apa yang kupahami secara menyeluruh, Melt masih ragu lantaran penampilanku yang berupa anak kecil dan bukan dokter secara resmi.
"Tolong jangan tertipu, Hime-sama! Aku belum pernah mendengar apapun perihal sihir yang bisa mendeteksi benda lain pada badan seseorang. Dia niscaya berbohong!"
"Ada benarnya kalau Melt hingga menganggapmu berbohong, kan? Sirius-kun, sesuai perkataannya, apa kau bisa menandakan kalau 'benda asing' ini memang ada di tubuhku?"
Lifell-hime tampaknya percaya pada sihirku. Namun, posisi Melt sebagai penjaga keluarga kerajaan harus membuatnya menepis penjelasanku. Karena itulah wanita ini ingin saya menyampaikan bukti.
"Sayangnya, kalau yang anda mau yaitu bukti, saya tidak memilikinya"
"Anda dengar itu, Hime-sama? Dia mungkin mengarang klarifikasi tadi sehabis mendengar dongeng perihal anda dari Felice-sama!"
"Buktinya memang tidak ada sekarang. Oleh alasannya yaitu itu, saya harus mengambil benda asing itu dan menunjukkannya kepada Anda"
"Mengambilnya? Apa maksudmu?"
"Dengan operasi bedah....aku akan memotong lengan Anda dan mengeluarkannya"
Hampir tak ada konsep pembedahan di dunia ini. Sebagian besar luka dan penyakit disembuhkan oleh sihir. Kurasa 'orang yang takkan terpotong selain dari pertempuran' juga merupakan nalar sehat.
Ada juga batasan dan pengecualian dikala memakai sihir penyembuh serbaguna semacam itu. Contohnya yaitu situasi sekarang.
Menurut pendapatku, benda ini terjebak ketika lukanya tertutup dikala perawatan. Dunia ini menganggap luka harus segera diobati dengan sihir. Ditambah lagi beliau merupakan seorang putri, kalau mereka yang berada di kasta tertinggi terluka, maka kemungkinan besar penyembuhannya akan dilakukan terburu-buru.
Kronologis singkatnya adalah, beliau menderita menyerupai ini sehabis insiden dimana dirinya terjatuh ketika menunggang kuda. Sangat mungkin kalau benda tersebut masuk ke dalam celah lukanya.
Dan, lantaran reaksi yang timbul dari benda ini cukup tinggi, kalau yang kuperkirakan benar, maka....
"Si jelata karenanya mengungkapkan sifat aslinya!! Ingin memotong lengan Hime-sama, haa?? Sebagai Pengawalnya, mereka yang berani membahayakan sang putri harus disingkirkan!!!"
"Tunggu sebentar! Sirius-kun, niscaya ada alasan bagimu untuk menyampaikan ini, kan?"
"Tentu saja. Aku merasakan adanya aliran Mana yang berbeda dibanding milik Lifell-hime dari benda tersebut. Kemungkinan Anda akan sembuh dengan berlalunya waktu cukuplah rendah, kalau situasi ini berlanjut, anda akan terus merasa kesakitan"
"Sirius-san, apa yang akan terjadi dengan Ane-sama?"
"Penyakitnya takkan hingga mengakibatkan kematian, tapi beliau akan terus menderita kalau benda itu tetap ditubuhnya. Aku sangat yakin perihal hal itu"
"Yah....jujur saja, seluruh tubuhku seolah menjerit. Bahkan saya sering tidak bisa tidur di malam hari dan harus mengandalkan obat Bubuk Tidur*"
[スリープフライ]
Bubuk yang dimaksud pada dasarnya menyerupai dengan pil tidur di duniaku sebelumnya. Meski kondisinya menyerupai itu, beliau tetap berbicara dengan kami sambil tertawa. Kurasa, beliau hanya mencoba menahan rasa sakit biar Reese tidak khawatir.
"Aku sarankan untuk segera mengeluarkannya. Namun, kalau Anda masih tidak percaya, saya akan mengajukan beberapa kondisi"
"....Lanjutkan"
"Jika saya sudah membedah Anda namun tidak menemukan apapun, saya akan menyerahkan kepalaku"
"Apa yang kau katakan?!"
Semua orang kecuali kedua bersaudara menahan napas mereka. Tentu saja saya hanya akan mengobati orang lain kalau sudah tahu niscaya perihal penyebabnya. Tak ada hal di situasi kini yang bisa menciptakan kepalaku terpisah dari tempatnya.
"Jika demikian, saya juga akan menyerahkan kepalaku"
"Aku juga"
Meskipun adegan ini tidak diatur sebelumnya, kedua bersaudara melangkah dan ikut maju. Aku sangat menghargai dukungan pribadi mereka, sekaligus....cemas lantaran mereka memutuskannya terlalu mudah. Bersamaan pemikiran itu....
"A-Aku juga!"
"Reese?! Bahkan kau??"
"Ane-sama, walau perasaanku tidak sebanding dengan Emilia dan Reus, tapi saya sangat mempercayai Sirius-san. Orang yang melatih kami hingga sejauh ini berkata dengan penuh keyakinan. Oleh lantaran itu, saya juga...."
"Reese...."
"Tolong. Tolong....percayailah Sirius-san!"
Reese pun mengumumkan hal yang sama. Dengan perasaan murni tanpa egoisme sedikitpun, beliau meminta kepercayaan Lifell-hime.
Kakaknya hanya bisa mendesah lega pada adik perempuannya.
"Haahh....lihatlah ini, Senia. Adikku telah sangat berkembang disaat saya tidak melihatnya. Ini membuatku agak kesepian"
"Ya, benar sekali. Reese-sama sudah tumbuh dengan hebat. Ini mungkin hasil dari bertemu mereka"
"Aku hanya ingin membantu Ane-sama, hal-hal menyerupai berkembang itu sedikit berlebihan...."
"Bukan begitu. Kau yang dulu sudah niscaya akan frustasi melihat kondisiku yang sekarang. Mungkinkah ini keyakinan yang diperoleh dari perasaan cinta?"
"Cinta?! K-Kau salah! Sirius-san sudah mempunyai Emilia!"
"Ara, cinta yaitu sesuatu yang perlu diperjuangkan. Sebagai saudaraku, itu takkan termaafkan kalau kau mengalah sebelum bertarung"
Sangat menyenangkan melihat abang beradik yang semakin bersemangat. Hanya saja, pelototan seorang laki-laki dengan armornya dipojokan membuatku ingin segera lanjut berbicara.
"Jadi, bagaimana dengan itu, Lifell-hime? Dapatkah Anda mempercayaiku dengan ini?"
"Empat orang, termasuk adik perempuanku yaitu sesuatu yang saya takkan bisa abaikan. Gelar sebagai pemimpin akan dipertanyakan kalau saya menolak ini, jadi....aku mempercayaimu"
"Hime-sama?! Tidak perlu menentukan keputusan berbahaya menyerupai itu! Bukankah penyihir yang mengusut anda menyampaikan bahwa tidak ada kelainan pada tubuh?!"
"Mereka memang bilang begitu, tapi tidak menyinggung apapun perihal aliran Mana yang mengganggu....itu sama saja dengan tidak tahu. Lalu, kenapa hanya Sirius-kun yang bisa tahu? Intinya, saya tetapkan ini lantaran Reese sangat mempercayainya"
"Bajingan! Selain Felice-sama, kau juga menciptakan gundah Hime-sama. Aku akan segera menyingkirkan---?!"
Begitu Melt hendak menarik pedangnya, Senia menyelinap ke belakang dan menusukkan sebuah jarum ke lehernya. Pria itu ambruk kemudian digeret ke ujung ruangan dan ditinggalkan sendirian. Kupikir ini menyedihkan, tapi untuk Penjaga Keluarga Kerajaan, bukankah beliau diperlakukan terlalu buruk?
"Jarum ini dilapisi Bubuk Tidur. Jadi, beliau takkan bangkit untuk sementara waktu"
"Bagus, Senia. Kalau begitu, tolong urus aku, Sirius-kun"
"....orang itu, apa beliau akan baik-baik saja?"
"Tidak apa-apa, ini juga bukan pertama kalinya. Pengawal Kerajaan sangat baik, kesetiaan mereka memang tinggi, tapi itulah yang menciptakan mereka terlalu ketat pada orang luar"
"Aku hanya merasa kasihan pada loyalitas luar biasanya"
"Ahh....begitu ya. Aku senang punya sahabat yang mempunyai pendapat serupa"
Lifell-hime melihat kedua bersaudara dan mulai memahami suatu hal. Yah, kesetiaan mereka sangat tinggi bahkan di mata seseorang dari keluarga kerajaan.
Begitu si pembuat keributan pergi, karenanya saya bisa melanjutkan pengobatan lantaran sudah mendapat izin dari orang yang bersangkutan.
Alat menyerupai bejana besar dan sebuah pinset telah siap di atas nampan perak yang biasanya digunakan untuk membawa makanan. Selanjutnya, saya menyentuh lengan Lifell-hime lagi untuk mengkonfirmasi benda asing itu. Senia kemudian mendekat dan menyerahkan saputangan kecil.
"Lifell-sama, ini saputangannya"
"Terima kasih, maukah kau menyumpalkan itu kedalam mulutku?"
"Ane-sama, kenapa saputangan?"
"Aku akan dipotong dibagian sini, kan? Itu niscaya akan sangat sakit, jadi saya harus menggigit sesuatu biar untuk menahannya*"
[Ini menyerupai ketika seorang wanita dalam proses melahirkan. Mereka ingin melampiaskan rasa sakit yang diterima dengan memeras/menggigit sesuatu]
"Itu tidak perlu. Aku akan menghapus rasa sakitnya dari sekarang, jadi Anda tidak akan merasakan apapun"
"Apa yang kau katakan....eh?"
Sambil menjelaskan hal-hal, mekanisme anestesi memakai Mana telah selesai. Dia takkan merasakan apapun di lengannya untuk sementara waktu. Sebagai percobaan, saya menusukkan jariku beberapa kali ke kulitnya. Lifell-hime hanya bisa terkejut ketika beliau tahu bahwa dirinya tidak bisa merasakan apapun.
"Apa ini? Aku benar-benar tidak bisa merasakan apapun bahkan dikala menggerakkan lenganku"
"Aku sudah melumpuhkan rasa sakit dan sentuhan anda memakai sihir. Seharusnya takkan ada duduk kasus kalau saya melaksanakan pembedahan sekarang"
"Seberapa hebatnya sihirmu ini?....Tidak, kini yaitu waktunya pengobatan. Aku sudah memutuskannya, jadi tolong segera mulai"
Kusarankan biar beliau lebih baik mengalihkan pandangan atau menutup matanya, tapi Lifell-hime menyatakan bahwa beliau ingin melihat prosesnya pribadi hingga final lantaran melibatkan dirinya sendiri. Aku menyiapkan bejana di bawah lengannya sementara Emilia memegang nampan tepat disampingku.
Sederhananya, pembedahan ini hanya butuh tiga langkah. Memotong, mengeluarkan, dan menyembuhkan.
Meskipun demikian, kalau topiknya perihal badan manusia, darah niscaya akan menyembur kalau daging terpotong terlalu banyak. Ini harus dilakukan dengan hati-hati namun cepat.
Aku mengikat lengan atasnya dengan {String} untuk membatasi aliran darah dan kemudian membelah kulitnya memakai Pisau Mithril yang telah disterilkan. Darah mulai mengalir ke dalam ember. Aku melebarkan potongannya dan menusukkan pincet ke dalam luka. Semua orang yang melihat, menelan air liur mereka.
"Ane-sama, apa kau baik-baik saja?"
"Aku yang dibedah, tapi kenapa kau yang tampak pucat? Meski begitu....aku benar-benar tidak merasakan apapun. Apakah ini akan kembali normal?"
"Jangan khawatir, Lifell-sama. Sirius-sama takkan pernah melaksanakan hal yang berbahaya"
"Kau sangat mempercayainya ya"
"Tentu saja. Perasaan ini hingga membuatku mau mempertaruhkan segalanya"
"Arara, ini nampaknya sulit"
Bahkan kalau tidak ada rasa sakit, beliau luar biasa lantaran terus berbicara dengan santai. Seolah tidak cemas ataupun ketakutan sedikitpun dalam situasi ini.
Aku menggerakkan pinset ke dalam luka sambil menghindari merusak pembuluh darah, dan karenanya memegang benda asing yang terlihat melalui {Scan}. Aku perlahan-lahan mengeluarkannya dan meletakkan itu di atas nampan yang dipegang Emilia. Sekarang, tinggal belahan terakhir.
"Reese, saya menyerahkan sisanya padamu"
"Iya"
Penyembuhan harus dilakukan sesegera mungkin, tapi tidak duduk kasus kalau saya meninggalkan perawatan terakhir itu kepada Reese. Setelah melepas tali dan membersihkan noda darah di kedua tanganku, saya juga membersihkan benda asing ini memakai handuk dari Senia.
Benda itu seukuran jari kelingking. Ketika seluruh noda merah lenyap, warna hijau muda pun terlihat.
Batu hijau....seperti yang kuperkirakan.
"Jadi hal ini yang masuk ke luka Lifell-ane"
"Sirius-sama, apa itu?"
"....Mana stone. Ini lebih murni dibanding yang saya beli"
Ukurannya kecil, tapi bisa dipastikan kalau ini 'Mana Stone' yang jumlah limpahan Mana-nya menciptakan Lifell-hime sakit. Mana yang memancar bisa menciptakan kondisi tubuhnya memburuk.
Dia terjatuh dari kuda kemudian lukanya terinfeksi oleh Mana Stone....itu bukanlah situasi yang bisa dengan simpel terjadi. Keadaan ini kemungkinan besar telah direncanakan. Pengobatan Reese selesai dikala saya memikirkan bagaimana harus menjelaskannya. Luka benar-benar hilang dikala darah diseka.
"Ane-sama, ini selesai tapi....bagaimana perasaanmu?"
"Yah....tubuhku agak lemas sedikit, tapi rasa sakit yang mengganggu itu sudah lenyap"
Senia meremas handuk dengan air panas untuk menyeka darah dan keringat Lifel-hime. Sang putri kemudian membenarkan kondisinya dan mengangguk puas.
Staminanya takkan segera pulih, tapi itu bukan duduk kasus lantaran benda asing yang mengikis tubuhnya sudah hilang.
"Anda telah kehilangan banyak darah, jadi tindakan ceroboh dan berat sangat dilarang. Kekuatan fisik harusnya akan berangsur-angsur pulih kalau beristirahat selama beberapa hari. Tolong mengkonsumsi kuliner bergizi dan istirahatlah dengan baik"
"Aku punya banyak hal yang ingin dikatakan. Tapi pertama-tama, izinkan saya mengucapkan ini. Terima kasih, Sirius-kun"
"Terima kasih banyak dikarenakan telah menolong Lifell-hime"
Tidak jelek juga mendapatkan ucapan syukur dari seorang putri kerajaan dan petugasnya. Ketika menoleh kesamping, Emilia dan Reus mengangguk seolah berkata insiden ini sudah wajar. Di lain sisi, Reese menggenggam tanganku dengan ekspresi terharu di wajahnya.
"Sirius-san, terima kasih banyak untuk bantuanmu pada Ane-sama. Aku sangat senang....telah bertemu denganmu"
"Majulah dan dorong beliau ke bawah! Sekarang yaitu kesempatanmu!"
"Apa yang kau katakan, Ane-sama?! Aku hanya menghormati Sirius-san sebagai Shishou!"
"Lalu kau pernah berkata kalau punggungnya lebar dan semacamnya?*"
[Kalo tidak salah ini merupakan ungkapan seorang gadis yang berarti mereka telah menemukan orang yang bisa diandalkan sekaligus ingin dipeluk dari belakang. Jatuh cinta pada orang yang bisa beliau buat materi sandaran. Gitu lah....Komen aja kalau saya salah ya]
"Aku hanya berpikir kalau dari punggungnya saja, orang ini sudah terlihat bisa diandalkan....Hei, apa yang kau buat saya katakan?!"
"Kau kan yang mengatakannya sendiri?"
Melt terbangun lantaran ruangan yang menjadi semakin berisik, tapi kecemasannya akan kondisi Lifell-hime lenyap. Persoalan perihal pelaku yang memasukkan 'ManaStone' tetaplah ada. Hanya saja, ini yaitu duduk kasus mereka, bukan hal yang harus kuhadapi.
Yah, intuisi tajam Lifell-hime mungkin bisa segera menemukan penjahatnya.
∆∆∆
Bagian 2
Setelah itu, kami minum teh bersama semua orang kemudian kembali ke pondok berlian. Reese masih ingin tinggal untuk mencari pelakunya, namun bujukan Lifell-hime berhasil menciptakan gadis ini naik kereta dengan enggan untuk pulang ke asrama sekolah. Dia terus mengembungkan pipinya semenjak beberapa waktu kemudian dalam suasana hati yang buruk, tapi hening sehabis berbicara dengan Emilia dan tertawa sekarang.
"Aniki, bagaimana dengan makan malam hari ini?"
"Yah....Reese, bisakah kita pergi ke perusahaan Galgan memakai kereta ini?"
"Tidak masalah. Apa kita juga akan kembali ke pondok berlian dengan cara yang sama?"
"Kembali ke sekolah memakai kereta keluarga kerajaan niscaya akan memunculkan keributan. Tapi itu berbeda kalau kita turun di perusahaan galgan dan kemudian pulang dengan berjalan kaki menuju pondok berlian"
Takkan ada yang asing kalau anggota keluarga kerajaan mengunjungi sebuah perusahaan besar, daerah itu bisa menjadi titik epilog yang pas. Selain itu, saya juga punya sesuatu untuk dibeli dari perusahaan Galgan.
"Aku ingin membeli daging nanti. Membuat Roast Beef dari daging yang enak menyerupai beberapa hari yang lalu, Reese mungkin ingin memakannya?"
"Benar juga. Daging itu sangat lezat. Reese, kau harus mencobanya"
"Waah....selezat itu kah?"
"Aku bahkan bisa memakannya berkali-kali lantaran rasanya yang sungguh enak!!"
"Mungkin kalian juga mau yang dalam bentuk rebusan? Kita bisa menaruh banyak sayuran dan memasaknya bersama"
"""Setuju!!"""
Setelah itu, Zack terkejut dikala kami turun dari kereta di perusahaan Galgan. Kami kemudian kembali ke pondok berlian dan menikmati makan malam.
Reese berkata bahwa hidangan di daerah kakaknya memang lezat, tapi menurutnya di sini yaitu yang terbaik. Dia sangat senang ketika makan. Itu membuatnya lebih menyerupai orang biasa daripada bangsawan.
Ada banyak sekali masalah, tapi Lifell-hime telah diselamatkan dan kehidupan kami kembali normal, tanpa terpengaruh oleh sisi gelap kerajaan.
∆∆∆
....Itulah yang kupikirkan, tapi topik ini* ternyata belum berakhir.
[Maksudnya topik keluarga kerajaan]
Dua hari kemudian, saya berkunjung ke daerah Lifell-hime lagi.
Kali ini, beliau memanggilku secara pribadi bukan melalui Reese. Lifell-hime tertawa dan tersenyum ketika kami bertemu dan duduk di sofa. Ngomong-ngomong, saya harus menolak Emilia dan Reus untuk ikut ke pertemuan ini. Mereka dibiarkan berlatih sendirian di pondok berlian.
"Selamat datang, Sirius-kun. Aku minta maaf dikarenakan telah memanggilmu"
"Tidak masalah. Daripada itu, anda terlihat lebih sehat sekarang"
Berbeda dengan dikala dirawat, beliau kini terlihat sangat bersemangat. Wajahnya yang pucat kembali merona, tubuhnya terbungkus gaun dalam ruangan dengan rambut tertata cantik. Dia kini terlihat layaknya putri yang anggun.
"Reese, maaf, tapi bisakah kau pergi dari sini sebentar? Tak perlu memasang wajah menyerupai itu. Aku tidak akan menyakiti Sirius-kun"
"Benarkah? Aku hanya curiga lantaran kau hanya mau berbicara dengan Sirius-san"
"Hanya membahas topik yang agak rumit. Tenang saja, saya takkan merebutnya darimu. Pergilah dan nikmati camilan manis bersama Senia dan Melt"
"Kau memperlakukanku menyerupai anak kecil lagi! Hhmm.....jika Ane-sama memaksa, saya akan pergi. Hanya saja Sirius-san, tolong jangan dengan simpel baiklah kalau beliau menyampaikan hal yang aneh"
"Tidak apa-apa, Reese-sama. Ayo, kini saya akan menciptakan camilan manis yang pernah diajarkan oleh Emilia, anda bisa menjadi orang yang mencicipinya"
"....Apa boleh buat kalau begitu"
"Kau sangat jujur ya. Hei Melt, kau juga. Ikutlah dengan mereka"
"Aku mengerti"
Reese yang sempat menelan air liurnya, petugas Senia dan si Penjaga keluarga kerajaan pun menghilang. Hanya tersisa dua orang di kamar ini, sang putri dan aku.
Hmm, dipikir-pikir lagi ada yang lucu dari reaksi Melt. Dia begitu gampangnya mengikuti Reese keluar dan meninggalkan Lifell-hime tanpa berucap protes apapun. Tatapannya tajam menyerupai biasa, namun kesan permusuhan dari pertama bertemu telah benar-benar hilang.
"Pria itu biasanya memandang kami sebagai musuh, tapi kini beliau tidak mengecewakan tenang"
"Maaf perihal apa yang terjadi lantaran Melt beberapa hari yang lalu. Aku tidak ingin kau menganggapnya jahat. Dia hanya cemas lantaran memikirkan kondisi fisikku yang penyebabnya tidak diketahui bahkan ketika banyak sekali penyihir dan dokter datang. Itulah kenapa kata-katanya menjadi kasar. Tapi sehabis saya sembuh, beliau mulai bisa melaksanakan tugasnya dengan baik lagi. Melt memang diam, tapi beliau sungguh menghargai hal yang kau lakukan untukku"
Apa loyalitas tingginya ditentukan dari kesetiaan terhadap pekerjaan? Terlebih lagi, Melt tampaknya seumuran dengan Lifell-hime. Firasat kecilku menyampaikan bahwa pandangannya itu tidak menyerupai bawahan yang melihat atasan. Sebelum menjadi Penjaga Keluarga Kerajaan, mungkin mereka merupakan kenalan....teman masa kecil, atau hal semacam itu? Suatu hari nanti, saya ingin mencoba untuk lebih dekat dengannya.
Tapi, bukankah kini daerah ini jadi rentan terhadap pembunuhan? Tidak, beliau tidak mungkin mempunyai niat menyerupai itu. Yah, apa boleh buat kalau saya mulai waspada. Di kehidupanku dulu, ini yaitu hal wajar.
Padaku yang terlalu khawatir dengan hal-hal sepele, Lifell-himemulai menjelaskan dengan wajah sedikit lebih serius.
"Ada beberapa hal yang ingin kusampaikan. Pertama, saya tahu penjahat yang menanamkan Mana Stone kedalam lukaku"
Dia berbicara perihal kebenaran di balik insiden tersebut.
Dari ceritanya, pelaku yang meracuni Lifell-hime memakai Mana Stone yaitu penyihir laki-laki yang merawatnya dikala terjatuh dari kuda. Dia yaitu penyihir pribadi Pangeran Dilaff yang berada di urutan ketiga dalam kenaikan takhta.
Hanya saja, penyihir tersebut tidak tahu imbas dari Mana Stone ketika terselip di dalam tubuh. 'Orang yang berada di atasnya' hanya memberitahu kalau beliau bisa naik peringkat kalau bisa menyembuhkan seseorang memakai itu. Dan tepat ketika sasaran yang muncul yaitu si putri, diapun memakai Mana Stone tanpa ragu.
Si pelaku memang tidak mengetahui apapun. Dia tidak meragukan apapun dan hanya yakin kalau dirinya sedang melaksanakan hal baik.
Dan, yang memberinya 'Mana Stone' ini adalah....bangsawan yang bertugas di bawah pangeran Dilaff. Ternyata manastone kali ini merupakan barang yang sangat mahal lantaran aliran Mana khasnya. Jadi, kalau seseorang melacak asal dari uang yang digunakan untuk membeli itu, beliau akan hingga pada darah biru tersebut.
"Kabar dari penyihir inipun menghilang sehabis beliau memasukkan manastone ke tubuhku. ketika dicari, beliau ditemukan telah 'disingkirkan' oleh tangan bangsawan. Hal itu mungkin terjadi bahkan sebelum kondisi fisikku memburuk. Singkatnya, pelaku yang orisinil yaitu si bangsawan. Sepertinya beliau berharap biar Dilaff-niisan bisa naik takhta"
"Lalu, kenapa Lifell-hime yang berada di barisan pertama untuk naik tahta? Bukankah seharusnya saudara tertua anda yang lebih berhak?"
"Jika kau mempunyai pemikiran bahwa wanita tidak seharusnya berada di atas, itu memang benar. Hanya saja, kini merupakan waktuku untuk naik tahta. Anggaplah ini sebagai hasil dari banyaknya darah biru Elysion yang malah menginginkan Ratu. Ngomong-ngomong, perihal si pelaku, saya sudah mengirimkan jasus dan menemukan segunung bukti. Sangat menarik melihat keramaian yang timbul ketika itu dilaporkan pada raja"
Kelihatannya beliau sudah mendapat banyak sekali bukti dan memberitahukannya pada raja. Tak lama kemudian, darah biru inipun ditangkap di kediamannya. Sekarang sedang didiskusikan apakah pelakunya akan di eksekusi, atau dibuang dari Elysion.
Dia menuntaskan keseluruhan dongeng dengan ekspresi puas di wajahnya, tapi saya masih agak bermasalah. Maksudku adalah....
"....Kenapa anda menyampaikan semua ini padaku? Aku tidak ingin terlibat, jadi tak perlu menyampaikan semua itu"
"Kau punya hak untuk tahu lantaran berkatmu, saya bisa memahami sepenuhnya situasi yang ada. Namun, itu bukan alasan utama untuk memanggil Sirius-kun"
Aku tahu kalau beliau menyebarkan belakang layar keluarga kerajaan untuk membuatku lebih berhati-hati. Aku mulai mengerti apa yang beliau targetkan. Setelah mengambil napas di sela-sela perkataannya, Lifell-hime mengulurkan tangan padaku dan mengumumkannya.
"Sirius-kun, saya memanggilmu kemari untuk meminta satu hal. Maukah kau bergabung dengan faksiku sehabis lulus?"
Kaprikornus begitu ya. Aku bisa melihat manastone yang bahkan tak disadari orang lain dengan sihir asliku sendiri, beliau juga mengerti kalau kemampuan Reese semakin hebat lantaran pengajaranku. Dilihat dari kepribadian, saya memang telah memperkirakan bahwa beliau akan merekrutku, tak tak kusangka itu akan terjadi sehabis hanya pertama kali bertemu. Apa lantaran kecerdasannya atau mungkin beliau hanya nekat.
"Aku bisa menyampaikan apapun yang saya mau. Tapi tidakkah ini akan diragukan lantaran saya masih anak-anak? Lagipula, Apa boleh merekrut rakyat jelata?"
"Kemampuanmu terperinci lebih unggul meskipun berupa anak kecil. Juga, saya mengerti bahwa kau yaitu orang yang lembut, itu bisa di mengerti ketika melihat Reese dan kedua petugasmu"
"....Aku hanya menyerupai itu didepan murid-muridku. Takkan ada belas kasihan untuk musuh"
"Itulah orang yang saya inginkan. Kebaikan tidak akan bisa melindungi tujuanku. Kekuatan mutlak diperluka. Aku ingin kau masuk ke faksi ku lantaran kau memahaminya"
Lifell-hime tidak melihat sosok kecilku, melainkan sosok seorang lelaki yang bisa melaksanakan banyak hal. Ini tidaklah buruk, tapi saya tidak punya niat untuk melayani keluarga kerajaan. Aku ingin mempelajari banyak sekali hal dengan berkeliling dunia.
"Ini yaitu pembicaraan yang sangat terhormat bagi jelata sepertiku, tapi saya berniat melaksanakan perjalanan dikala lulus. Lagipula, ada hal perihal Emilia dan Reus"
"Tentu saja, kau boleh mengikutsertakan keduanya. Jika mau, kau juga bisa mengambil Reese"
"Tolong jangan menyerahkan adik perempuanmu selayaknya barang bonus"
"Kurasa takkan duduk kasus bahkan kalau kau rakyat jelata. Gadis itu tampaknya kurang puas dengan keadaan disini, saya yakin Sirius-kun bisa membuatnya lebih bahagia"
"Itu juga menarik, tapi....maaf, saya harus menolak"
Lifell-hime mendesah seakan mengalah pada sikap keras kepalaku. Membawa adik perempuannya yaitu sesuatu yang tak terduga, tapi setidaknya saya ingin mengkonfirmasi sesuatu darinya.
"Haahh....sangat disesalkan membiarkan orang berbakat sepertimu pergi. Aku akan mengalah kali ini, tapi maukah kau mempertimbangkannya lagi sehabis berkeliling dunia?"
"Walaupun saya tidak tahu berapa tahun itu akan berlangsung?"
"Tidak masalah. Aku akan menjadi Ratu untuk negara ini dan menciptakan Elysion semakin besar. Tempat ini akan jadi sangat menakjubkan hingga kau yang akan tiba dan meminta bergabung denganku"
Jauh dari menyerah, Lifell-hime benar-benar terbakar dengan semangat juang. Hubunganku dengannya cukuplah pendek, tapi saya bisa mengerti bahwa dirinya mempunyai kekuatan untuk berdiri di puncak dan secara fleksibel mendapatkan hal-hal baik dan buruk. Seiring berjalannya waktu, Elysion mungkin akan berkembang sejauh deklarasi barusan.
Di duniaku dulu, bekerja di balik layar yaitu hal yang sering dilakukan. Namun saya tidak ingin lagi menjadi bawahan seseorang menyerupai kehidupanku sebelumnya. Mungkin bagus juga, tapi itu bergantung pada apa yang akan terjadi di masa depan.
Yah, ini dongeng yang benar-benar panjang. Untuk sekarang, ayo buat korelasi baik dengan abang Reese. Aku kemudian mengambil kotak kayu yang saya bawa.
"Karena terakhir kali saya tiba dengan tangan kosong. Kali ini, saya membawa sesuatu"
"Aku jadi penasaran. Aku berharap sesuatu yang luar biasa"
"Setelah dua hari perut, anda sudah pulih kan? Kaprikornus saya menciptakan kue"
Aku menyimpan sebuah shortcake manis di dalam kotak. Terdapat deretan bundar sihir untuk menjaga suhunya tetap rendah yang saya pelajari di sekolah. Karena Reese pernah membawanya beberapa kali di masa lalu, ini bukan waktu pertama Lifell-hime memakannya, tapi matanya berkilau begitu beliau mengkonfirmasi penampilan camilan manis itu.
"Kue sebesar ini....selolah mimpi saja"
"Ayo kita belah untuk belahan Senia dan Melt. Hime-sama menyampaikan kalau beliau menyukai shortcake, tapi bagaimana dengan cheesecake?"
"Cheesecake? Aku belum pernah mencobannya"
"Eh, Reese harusnya membawa itu kesini satu atau dua kali tapi....mungkinkah beliau menghabiskannya dalam perjalanan pulang?"
Nafsu makannya terkadang tak tertandingi. Kemungkinan besar camilan manis favoritnya yaitu cheesecake. Aneh, mana mulai meluap dari Lifell-hime hanya lantaran mengetahui hal itu.
"Benar....sepertinya perlu berbicara dengan anak itu"
Dendam atas kuliner itu menakutkan. Dan terlebih lagi pada wanita dengan hal-hal manisnya. Aku tidak bermaksud untuk menghentikannya lantaran ini yaitu kesalahan Reese sendiri.
Sambil menunggu waktu hitung mundur untuk Reese yang masih berlanjut....seseorang tiba-tiba masuk
"Lifell-sama! Ada masalah!"
Disaat saya memotong camilan manis ini, Senia menerobos masuk. Kupikir tindakan barusan bukanlah hal sopan untuk seorang petugas, tanpa mengetuk pintu kemudian masuk ke kamar pribadi master meskipun urusannya mendesak. Dari wajah Senia, beliau terlihat tidak sabar.
Ungkapan terpesona melihat camilan manis hingga beberapa detik yang kemudian pun hilang. Lifell-hime kemudian merubah ekspresinya menjadi serius, kemudian menegur Senia.
"Senia, kau lupa mengetuk pintu dan memberi salam. Tidak.....apakah ini merupakan kasus yang serius?"
"Maafkan aku. Sebenarnya ..."
Setelah meminta maaf, Senia mendekatkan mulutnya pada Lifell-hime dan mulai membisikkan sesuatu. Ketika mereka memperlakukanku menyerupai orang luar, saya hanya melanjutkan pemotongan kue....tapi lantaran rasa ingin tau indra pendengaranku menajam dan mengarah ke bisikan mereka. Setelah mendengar sesuatu, saya pribadi mengaktifkan {Search}"
"Apa yang kau katakan?"
"Itulah kenyataanya. Sudah bisa dipastikan bahwa beliau yaitu utusan lantaran mempunyai simbol Raja"
Lifell-hime cukup terkejut hingga menciptakan dirinya berteriak, tapi itu bukanlah salah dengar ketika saya mengusut hasil {Search}. Dia mulai berpikir dengan wajah pahit, tapi begitu menyadari keberadaanku, beliau pribadi melunakkan ekspresinya.
"Maafkan aku, Sirius-kun. Meski kau gres saja datang, lantaran ada hal yang perlu secepatnya kuurus, kau tidak akan keberatan kalau kita mengakhiri pertemuan hingga disini kan?"
"Apa lantaran Reese diculik?"
Dia melamun di kondisi itu. Lifell-hime kaget dan agak tertunda dikala membalas. Pada karenanya beliau berubah serius dan menatapku.
"Ini yaitu pembicaraan yang bekerjasama dengan keluarga kerajaan. Tidak baik kalau kau hingga menguping"
"Aku mengerti kalau gadis itu diculik, tapi apakah yang menculiknya saudara anda atau sang raja?"
Reaksi yang kuperoleh dari {Search} menyampaikan bahwa kereta yang membawa Reese sedang bergerak menuju kastil raja. Lifell-hime tidak menyangkal apapun. Sepertinya saya tidak salah kalau ini bekerjasama dengan keluarga kerajaan.
"Kau takkan bisa kembal kalau menelusuri ini lebih dalam, kau tahu? Walaupun diriku berada di baris pertama untuk naik takhta, masih ada batas seberapa jauh saya bisa melindungi seseorang"
"Tidak masalah. Aku mempunyai hak untuk tahu lantaran beliau yaitu muridku"
"Apa itu kata-katamu sebagai rakyak jelata? Jika terus begini kau akan memusuhi keluarga kerajaan"
"Kalau itu diperlukan, maka akan kulakukan. Selama lubuk hati Reese tidak yakin, saya akan bergerak dan memusuhi siapapun"
"Apakah ini....karena kau mencintainya?"
"Mungkin sedikit berbeda. Sebagai Shishou, sebagai seorang pria, saya ingin melindungi siapapun yang bagiku penting. Jika tidak bisa melakukannya, itu berarti diriku hanyalah sampah"
Berkat kenangan dari kehidupan sebelumnya, saya bisa berlatih secara efisien dan memperoleh limpahan kekuatan hingga sekarang. Oleh lantaran itu, saya akan mempercayai diri sekaligus pendirianku. Aku berniat mencapai apapun yang telah ku putuskan.
Ini cara yang agak pengecut untuk dikatakan, tapi ekspresi keras Lifell-hime 'hancur' kemudian beralih untuk tersenyum kecut.
"Aku tolong-menolong ingin kau berkata bahwa itu yaitu cinta. Tapi, begini saja sudah cukup. Aku mengerti kalau Reese merupakan orang yang penting bagimu"
"Sama halnya dengan Hime-sama, kan?"
"Tentu saja. Aku berada dalam keluarga yang isinya hanya laki-laki ketika karenanya seorang adik wanita muncul. Selain itu, beliau imut dan jujur. Aku sempat berpikir untuk menempatkannya didekatku sebagai dokter pribadi ketika saya menjadi seorang Ratu. Yah, begitulah alurnya sebelum bertemu denganmu"
Putri sebuah kerajaan menjulurkan lidahnya sambil sedikit bercanda. Sifat orisinil wanita ini harusnya muncul dikala bekerjasama dengan Reese.
"Jadi, Sirius-kun saya mungkin tak bisa menolongmu, tapi saya masih bisa menjelaskan situasinya"
"….Terima kasih banyak. Tolong beritahu saya hingga ke rincianya"
"Lifell-sama, apa ini baik-baik saja?"
"Tidak masalah. Dia takkan mundur bahkan kalau saya membisu dan tidak menyampaikan apapun. Andaikan saya berada berada di posisi yang sama, saya mungkin telah meraih kerah beberapa orang untuk setidaknya memperoleh informasi"
"Aku setuju. Aku mungkin juga akan mengejar Reese-sama"
"Ya kan? Kalau begitu, Sirius-kun, orang yang menculik Reese kali ini yaitu Otou-sama.....Raja Elysion, Cardeas. Lebih tepat dikatakan bahwa raja tetapkan komando lantaran ada simbol kerajaan yang terpasang"
"Sepertinya ini takkan hingga menyangkut nyawa, tapi kenapa Reese diculik? Dan, apa yang beliau ingin kita lakukan?"
Apa yang Reese mau? Bagiku, itu belahan yang paling penting. Aku tidak bermaksud campur tangan kalau dari lubuk hati, gadis itu menginginkannya dan untuk kebahagiaannya sendiri. Tapi menilai dari ekspresi Lifell-hime, ini tidak mungkin terjadi.
"Itu hampir tidak mungkin untuk menebak yang dipikirkan Reese. Lagi pula, alasan beliau dibawa pergi adalah...."
Dia mungkin tidak ingin membicarakanya. Sementara Lifell-hime berjuang untuk memutuskan, karenanya beliau berhenti sebentar kemudian menegakkan kepalanya dipenuhi tekad.
"....untuk menikahi seorang bangsawan"
∆∆∆
Bagian 3
"Apa maksudnya dengan ijab kabul itu, Aniki?!"
Aku kembali ke sehabis mendengar rinciannya dan memberi tahu kedua bersaudara perihal situasi Reese.
Merela terkejut dikala mendengar perihal pernikahan, bahkan kemarahan Reus membuatnya memukul meja lantaran tidak bisa menahannya. Ekspresi Emilia juga serius, tapi beliau masih bisa menenangkan diri dan Reus.
"Tenanglah, Reus. Sirius-sama belum selesai bicara"
"Ughh....maafkan aku, Aniki"
"Jangan khawatir, saya juga mengerti perasaan kalian. Kudengar, Reese dipanggil oleh Raja untuk menikahi seorang darah biru dan kini berada di istana"
Saat terakhir saya mengonfirmasi keadaanya, beliau berada di sebuah ruangan di lantai atas benteng. Tidak ada penjara bawah tanah di daerah menyerupai itu. Kupikir keamanannya masih terjamin.
Ketika saya mencoba mengusut lokasi Reese sekali lagi, Emilia mengangkat tangan dan mengajukan pertanyaan.
"Sirius-sama, kenapa Reese dipaksa menikah? Bahkan kalau itu yaitu keluarga kerajaan, saya pikir beliau terlalu muda untuk menikah"
"Meskipun disebut pernikahan, lebih tepat dikatakan bahwa ini yaitu upacara pertunangan. Kesepakatan bersama antara kedua keluarga untuk menentukan prospek masa depan. Usia tidak duduk kasus lantaran acaranya sendiri mempunyai tujuan utama untuk mengumpulkan para saudara di keluarga kerajaan"
Acara ini hampir menyerupai dengan upacara ijab kabul lantaran mempunyai proses yang sangat resmi. Jika dilakukan, ijab kabul diputuskan dan sekitar akan mengetahuinya. Dalam kehidupanku sebelumnya, ini menyerupai memberi materai pada lembar registrasi pernikahan. Jadi, apa kau mau menikah lagi dikala tumbuh dewasa? Meskipun ini yaitu nalar sehat dalam kehidupanku sebelumnya, ini masihlah pembicaraan yang sulit*.
[Anggap saja kalau Reese mau nikah siri. Gitu aja kok repot -_- ]
"Dan tampaknya alasan Reese terpilih yaitu sebagai pengganti Lifell-hime"
Pasangannya yaitu seorang darah biru terkemuka di Elysion yang sang Raja sendiri akui keunggulannya. Tampaknya ini sebagai bentuk kontrak dari keluarga kerajaan untuk lebih memperkuat persatuan antara kedua belah pihak. Awalnya, Lifell-hime lah yang harusnya menjadi pengantin di upacara tersebut, namun planning itu terpaksa dihentikan lantaran dirinya sakit. Akan tetapi, fakta perihal kondisinya malah disembunyikan dan Reese dibawa untuk menggantikannya oleh keputusan Raja.
Dia dipaksa untuk melakukannya, tetap saja Reese lah yang menanggung bebannya!....setelah menyampaikan itu, Lifell-hime bersiap pergi keluar diiringi kemarahan. Mungkin kini beliau sudah berangkat ke istana dan menanyakan Raja.
"(Aku niscaya akan mencegah ini. Kaprikornus tunggulah kembalinya Reese, Sirius-kun)"
Dia telah menyampaikan banyak sekali hal, tapi tampaknya wanita ini memang tidak ingin melibatkanku dalam kemelut keluarga kerajaan. Karena ingin mengetahui tolong-menolong dari maksud 'terpilihnya' Reese, beliau memintaku untuk bertahan dan menunggu sambil menundukkan kepala....akupun hanya bisa menerimanya.
Ketika penjelasanku selesai, kedua bersaudara menghadapkan wajah agak gundah padaku. Kelihatannya perasaan mereka telah menjadi tenang.
"Kurasa tidak apa-apa kalau Lifell-sama mengatakannya secara pribadi, tapi...."
"....Bagaimana kalau beliau tidak bisa menghentikannya, Aniki?"
Aku juga khawatir perihal hal yang sama.
Firasatku berkata bahwa upacara ini sangat mencurigakan. Acaranya sendiri mempunyai jadwal yang mendesak, yaitu besok malam. Persoalan perihal Reese yang merupakan anak haram juga akan disembunyikan hingga waktu upacara tiba. Aku bisa merasakan kalau sesuatu yang hebat telah terstruktur, jadi kemungkinan untuk menghentikan ini cukup lah rendah.
Tapi....lebih jauh lagi, ini perihal Reese. Dia dipanggil oleh sang raja dan terpilih untuk menggantikan kakaknya. Jika menolak, Lifell-hime yang akan melaksanakan kiprah itu. Kurasa beliau terdesak lantaran tidak punya pilihan lain.
"....Aku butuh persiapan"
Yang akan saya lakukan bukan untuk menyelamatkan Reese, melainkan untuk mengetahui 'maksud sebenarnya'.
Aku akan bersiap malam ini dan menyusup ke benteng. Pertama, bertanya pada Reese mungkin lebih sulit dari yang di perkirakan. Bisa saja beliau bersikap keras kepala hingga hari yang ditentukan tiba sambil menyembunyikan niat sebenarnya*. Oleh karenanya, waktu 'itu' akan menjadi waktu yang tepat untuk menyusup dimana mentalnya berada di tingkat yang paling rapuh. Tak ada jalan lain.
[Contohnya : alasan sesungguhnya Reese menyetujui keputusan ayahnya]
Namun....Jika beliau memang menolak upacara ini....
"Aniki....kalau begitu!"
"Seperti yang diharapkan dari Sirius-sama!"
"Yah, saya akan menyusup tepat dikala upacara berlangsung. Untuk memastikan ini, saya akan bertanya kepada kalian. Apa kalian siap untuk memusuhi keluarga kerajaan?"
"Sesulit apapun itu, ayo lakukan! Bahkan kalau lawannya yaitu Raja, saya akan memihak Reese"
"Tempat terbaik Reese-ane yaitu di samping Aniki!!"
Ungkapan keduanya dipenuhi tekad kuat. Akupun mengangguk puas ketika sadar bahwa tirai malam telah jatuh dan menggelapkan bumi. Tujuan kini yaitu perusahaan Galgan. Kami harus bersiap menghadapi hari esok.
"Haruskah aku....bertindak agak keras besok?"
Di perjalanan, kedua bersaudara mengangguk dengan senyum lebar pada gumamanku.
∆∆∆Chapter 40 berakhir disini∆∆∆
>Catatan Penulis : Hanya sedikit orang yang mengetahuinya, tapi saya sempat satu kali mengganti chapter yang orisinil dengan yang ini beberapa jam sebelum diposting. Aku tetapkan untuk mengubah chapter lantaran yang sebelumnya terkesan buruk.
Judul sebelumnya yaitu 'Pemberontakan pada Keluarga Kerajaan'. Setelah Lifell menceritakan perihal Manastone, Melt akan masuk ke ruang pribadinya bersama Gregory dan menyandera Reese. Leher gadis itu akan di pasangi kerah perbudakan, yg kemudian akan dibebaskan oleh Sirius. Terakhir, jalan dongeng pun beralih untuk membahas perihal perbudakan.
Jika kau memahami hal-hal yg ada di dongeng itu, kau akan mengerti. Sungguh menyedihkan andai seorang yg pernah menjadi distributor terkuat didunia mempunyai sikap terlampau asing tanpa dikemas dengan baik. Penulis ini memang tidak berguna, sangat menghawatirkan, banyak belahan dari chapter pun dihapus lantaran terlalu jelek dan ditulis ulang.
Ada banyak sekali poin bagus dari chapter yang asli, namun penjelasannya sangatlah kurang. Kupikir, itu masuk akal sebagai hasil dari percobaan pertama dari seorang pemula. Yah, walaupun saya sudah lupa menyerupai apa percobaan pertamaku ku dulu.
Karena ada wangsit dongeng lain yang bisa digunakan, akupun berencana menjadikannya alasan untuk mengingatkan diri perihal kenapa saya menciptakan konten semacam itu.
Dan untuk perubahannya....Chapter yang orisinil telah di tulis ulang, kekacauan itupun diubah dalam bentuk wangsit dongeng lain.
Sudah muncul banyak jadwal untuk Update novel ini. Kaprikornus saya akan senang kalau kau mengeceknya nanti.
>Catatan Penerjemah : ....Aku benci dongeng yg terlalu banyak politiknya. Entah kenapa saya hingga mengingat novel Hachinan tte walaupun tahu Arc ini tidak separah itu. Untuk bisa menerjemahkan perihal politik, saya harus benar2 memahami seluk beluknya -_- dan itulah belahan yg menyebalkan. Karena saking puyengnya, kalian bisa menyebut chapter ini sebagai Kurang sempurna....aku tidak yakin apa yg kuterjemahkan benar atau tidak. Aku hanya berharap kalian bisa paham intinya. Btw catatan penulis diatas agak mengejutkan. Aku jadi ingin membaca versi chapter yg dulu. Seberapa parahnya tingkah laris Sirius disana....
Ke Halaman utama World Teacher
Ke Chapter selanjutnya
Sumber http://ifunnovel.blogspot.com/